PENNSYLVANIA – Sebuah pesawat ringan bertabrakan dengan helikopter milik Kepolisian Negara Bagian Pennsylvania, Amerika Serikat, di sekitar Bandara Carlisle pada Rabu 19 Agustus 2026 malam waktu setempat.
Insiden tersebut menyebabkan pilot pesawat ringan tewas. Sementara dua polisi yang berada di dalam helikopter mengalami luka ringan dan harus mendapat perawatan medis.
Penjabat Komisaris Kepolisian Pennsylvania George Bivens menjelaskan, kecelakaan terjadi menjelang pukul 19.00 waktu setempat ketika pesawat Cessna 150 melakukan manuver tajam ke kanan saat hendak mendarat di Bandara Carlisle.
Pada saat bersamaan, sebuah helikopter Bell 407 milik kepolisian muncul dari arah belakang di sekitar landasan pacu. Pesawat ringan tersebut kemudian bertabrakan dengan baling-baling utama helikopter.
Kedua pesawat akhirnya jatuh di lokasi yang sama. Helikopter ditemukan dalam posisi terbalik ke samping setelah kecelakaan.
Dua anggota kepolisian berada di dalam helikopter saat insiden terjadi, yakni Jason Mills dan Bryce Corman. Mills sempat terjebak di dalam helikopter, sedangkan Corman berhasil keluar melalui sisi lainnya.
Corman kemudian kembali membantu dan mengevakuasi Mills dari dalam helikopter. Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Milton S. Hershey untuk mendapatkan penanganan medis akibat luka ringan yang dialami.

Sementara itu, identitas pilot Cessna 150 belum diungkapkan oleh pihak berwenang. Pilot tersebut diketahui menjadi satu-satunya orang yang berada di dalam pesawat dan meninggal dunia akibat kecelakaan.
Bivens menggambarkan kecelakaan tersebut sebagai insiden yang sangat serius. Kondisi pesawat Cessna setelah kejadian disebut mengalami kerusakan parah.
“Ini adalah kecelakaan sangat dahsyat. Pesawat itu hancur berkeping-keping,” ujar Bivens.
Sebelum kecelakaan terjadi, helikopter kepolisian diketahui sedang menjalani latihan rutin di sekitar Bandara Carlisle sejak sekitar pukul 18.30 waktu setempat.
Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) bersama Federal Aviation Administration (FAA) akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti tabrakan udara tersebut.



