Inisiator GNK Habib Syakur Kutuk Keras Serangan Israel yang Tewaskan 3 Prajurit TNI di Lebanon

2 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

MALANG, HOLOPIS.COM – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) sekaligus aktivis demokrasi asal Malang Raya, Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, mengecam keras serangan militer Israel yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit terbaik TNI di Lebanon.

Tiga prajurit yang sedang menjalankan misi perdamaian tersebut adalah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon.

“Seluruh rakyat Indonesia mengutuk keras apa yang dilakukan oleh tentara Israel atas serangan artileri di Lebanon Selatan. Akibatnya, 3 prajurit TNI terbaik kita harus gugur,” kata Habib Syakur kepada Holopis.com, Minggu (5/4/2026).

Habib Syakur menegaskan bahwa serangan yang menyasar pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL / The UN Interim Force in Lebanon) merupakan tindakan pengecut dan pelanggaran berat terhadap hukum internasional. Menurutnya, jatuhnya korban dari pihak TNI bukan sekadar kehilangan bagi Indonesia, melainkan penghinaan terhadap mandat perdamaian dunia.

“Tindakan militer Israel sudah di luar batas kemanusiaan dan merusak tatanan keamanan global yang seharusnya dijunjung tinggi oleh setiap negara,” ujarnya.

Dalam pernyataannya, Habib Syakur menuntut tanggung jawab penuh dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) khususnya Dewan Keamanan untuk memberikan jaminan keamanan absolut bagi pasukan perdamaian yang bertugas di wilayah konflik, khususnya di Lebanon.

“PBB tidak boleh hanya diam atau sekadar mengeluarkan pernyataan keprihatinan. PBB harus menjadi jaminan keamanan yang nyata bagi seluruh pasukan perdamaian dunia. Darah prajurit kita yang tumpah di Lebanon adalah bukti kegagalan sistem proteksi internasional yang harus segera dievaluasi,” tegas Habib Syakur.

Tak hanya kepada PBB, tuntutan keras juga ia tujukan kepada Board of Peace (BoP). Ia mengingatkan bahwa Israel merupakan salah satu negara anggota dari dewan keamanan yang dibentuk di bawah prakarsa Presiden AS Donald Trump tersebut.

“Israel adalah anggota Board of Peace. Sangat ironis ketika sebuah negara yang berada di dalam dewan perdamaian justru menjadi aktor utama penghancur perdamaian itu sendiri. BoP harus berani menindak tegas anggotanya yang melanggar kode etik dan hukum internasional. Jangan sampai lembaga ini hanya menjadi tameng politik tanpa taring,” tukasnya.

Menutup pernyataannya, tokoh asal Malang Raya ini menyampaikan rasa duka mendalam kepada keluarga para korban. Ia berharap pemerintah Indonesia melakukan langkah diplomatik yang lebih agresif untuk menuntut keadilan bagi ketiga prajurit tersebut.

“Mereka adalah putra-putra terbaik bangsa yang gugur demi nama baik merah putih di kancah internasional. Kita tidak boleh membiarkan pengorbanan Mayor Zulmi, Serka Ichwan, dan Kopda Farizal berlalu tanpa adanya konsekuensi hukum internasional yang tegas bagi pelaku,” tutup Habib Syakur.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
2 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU