Infrastruktur Energi Strategis Harus Mendapat Perlindungan Penuh Negara

0 Shares

JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Eddy Hartono menilai bahwa perlindungan terhadap seluruh ekosistem energi nasional harus menjadi bagian penting dari strategi ketahanan nasional.

Infrastruktur energi strategis dinilai memiliki posisi vital karena menopang berbagai sektor kehidupan negara dan masyarakat.

Eddy pun mengatakan bahwa energi menjadi penggerak utama berbagai aktivitas, mulai dari pemerintahan, pertahanan, perekonomian, transportasi hingga telekomunikasi. Karena itu, keberlangsungan sektor tersebut tidak boleh lepas dari sistem perlindungan negara.

“Energi merupakan penggerak utama dalam mendukung roda pemerintahan, pertahanan, perekonomian, transportasi, hingga telekomunikasi, yang pemanfaatannya ditujukan sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat,” kata Eddy di Lemhannas RI Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Menurut Eddy, ekosistem energi dapat dipandang sebagai salah satu urat nadi bangsa. Perlindungan terhadap infrastruktur energi strategis, kata dia, karenanya harus masuk dalam agenda kesiapsiagaan nasional.

Ia menekankan pentingnya membangun kesiapsiagaan yang matang dengan melibatkan berbagai sektor. Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, aparat keamanan hingga masyarakat dinilai menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan energi sekaligus ketahanan nasional.

Eddy menyebut penguatan sistem perlindungan infrastruktur energi juga sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada energi nasional.

BNPT, kata dia, tidak hanya menempatkan pengamanan fisik objek vital nasional sebagai prioritas. Lembaga tersebut juga mendorong sistem pencegahan melalui deteksi dini dan penguatan ketahanan masyarakat di sekitar kawasan strategis.

Salah satu contohnya dilakukan melalui kerja sama BNPT dengan PLTU Indonesia Power di Pandeglang, Banten. Program tersebut menggabungkan peningkatan standar minimum pengamanan objek vital strategis dengan penguatan deteksi dini melalui program Desa Siapsiaga.

Program itu sekaligus menyentuh aspek pemberdayaan masyarakat. BNPT bersama mitra deradikalisasi memberikan pelatihan pemanfaatan limbah abu batu bara menjadi paving block.

Selain membuka peluang ekonomi, pendekatan tersebut diarahkan untuk memperkuat reintegrasi sosial sekaligus mengurangi kerentanan masyarakat terhadap pengaruh paham kekerasan.

Dalam pembekalan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXX di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Jakarta, 3 Agustus 2026, BNPT juga menyoroti perubahan pola ancaman terhadap objek vital energi.

Salah satu peserta P4N, Kolonel Pasukan (Pas.) Imam Sujali, mengatakan ancaman terhadap infrastruktur strategis kini tidak selalu datang dalam bentuk serangan fisik.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU