Menurutnya, manipulasi psikologis juga dapat dimanfaatkan kelompok terorisme untuk mendorong individu melakukan tindakan sabotase terhadap objek vital.
“Perubahan emosi, sikap, kerap digunakan aktor penggerak terorisme untuk mencuci otak masyarakat yang rentan hingga mau melakukan aksi sabotase yang dikehendaki kelompok teror di tempat-tempat strategis, seperti kilang minyak dan infrastruktur energi lainnya. Maka, perlu diantisipasi bersama,” ujar Imam.
Pembekalan tersebut mengusung tema “Penguatan Kewaspadaan Nasional dalam Menghadapi Ancaman Terorisme Terhadap Infrastruktur Energi Strategis untuk Memperkuat Ketahanan Energi dalam rangka Ketahanan Nasional.”
Kegiatan itu diikuti 110 peserta yang berasal dari unsur TNI, Polri, kementerian, lembaga negara, pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta organisasi kemasyarakatan.
Melalui kegiatan tersebut, BNPT berharap terbentuk kapasitas kepemimpinan lintas sektor yang mampu mengintegrasikan pengamanan objek vital, deteksi dini, serta koordinasi antarinstansi.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan terhadap infrastruktur energi sekaligus meningkatkan kemampuan Indonesia menghadapi berbagai potensi ancaman terhadap ketahanan nasional.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...