Siswa memperoleh pendampingan dari mahasiswa, sementara mahasiswa mendapat kesempatan untuk mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, empati, kepedulian sosial, hingga keterampilan praktis melalui interaksi langsung dengan masyarakat.
Dadan Erwandi, Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Indonesia, mengatakan pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya kuat secara akademis.
“Universitas Indonesia bangga dapat terus melanjutkan kolaborasi bersama Hyundai JUMP School Indonesia dan melihat program ini berkembang hingga memasuki tahun ketiganya. Melalui inisiatif ini, mahasiswa kami memiliki kesempatan untuk belajar di luar ruang kelas dengan terlibat langsung bersama masyarakat sekaligus mendukung perkembangan siswa yang lebih muda. Kami percaya bahwa pengalaman seperti ini penting dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kesiapan untuk berkontribusi bagi masyarakat.”
Hal senada disampaikan Muhamad Insanu, Direktur Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung.
“Keberlanjutan partisipasi kami dalam Hyundai JUMP School mencerminkan komitmen ITB dalam memberikan kesempatan belajar yang bermakna bagi mahasiswa melalui keterlibatan sosial dan kolaborasi. Tidak hanya berbagi pengetahuan, para mahasiswa relawan juga didorong untuk mengembangkan empati, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta rasa tanggung jawab yang lebih kuat terhadap komunitas di sekitar mereka. Seiring dengan terus berkembangnya program ini, kami berharap kolaborasi ini dapat menciptakan dampak yang semakin luas dan berkelanjutan bagi mahasiswa maupun masyarakat.”
Perdana Hadir di Surabaya
Masuknya ITS menjadi salah satu perkembangan penting Hyundai JUMP School Indonesia pada tahun ketiga.
Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa ITS mendapat kesempatan untuk terjun langsung ke komunitas di Surabaya. Mereka akan menjalankan peran sebagai pendamping sekaligus belajar menghadapi berbagai situasi yang muncul selama proses mentoring.
Nurul Widiastuti, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember, menyambut baik kolaborasi tersebut.
“Kami menyambut baik kesempatan untuk menjadi bagian dari Hyundai JUMP School Indonesia dan menghadirkan inisiatif pembelajaran kolaboratif ini di Surabaya. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa kami untuk menerapkan pengetahuan di luar lingkungan universitas, sekaligus mengembangkan empati, kemampuan kepemimpinan, serta pemahaman yang lebih mendalam terhadap komunitas di sekitar mereka. Kami berharap kolaborasi ini dapat menciptakan pengalaman belajar yang bermakna, baik bagi mahasiswa maupun para siswa yang mereka dampingi.”
Selama program berlangsung, mahasiswa relawan akan rutin berinteraksi dengan siswa untuk berbagi pengetahuan, memberikan pendampingan belajar, sekaligus memberikan dukungan emosional.
Di sisi lain, para mahasiswa juga mendapatkan mentoring dari profesional dengan berbagai latar belakang, termasuk karyawan Hyundai dan profesional lainnya. Pendampingan ini diarahkan untuk membantu pengembangan kemampuan akademik, profesional, maupun personal mahasiswa.
Dari Korea Selatan ke Indonesia
Hyundai JUMP School pertama kali diperkenalkan di Korea Selatan pada 2013. Program tersebut kemudian berkembang ke sejumlah negara, termasuk Vietnam dan Indonesia.
Model yang diterapkan menghubungkan tiga kelompok sekaligus, yaitu siswa sekolah, mahasiswa relawan, dan mentor profesional.
Melalui pola tersebut, Hyundai JUMP School membangun siklus pembelajaran. Siswa mendapatkan dukungan dari mahasiswa, mahasiswa memperoleh pengalaman dan mentoring dari profesional, sementara seluruh peserta memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi kepada komunitas.
Di Indonesia, perjalanan program ini kini memasuki tahun ketiga dengan cakupan yang semakin luas. Setelah Jakarta dan Bandung, Surabaya menjadi kota baru yang masuk dalam ekosistem Hyundai JUMP School melalui kolaborasi bersama ITS.



