Sejumlah jajak pendapat menunjukkan pemilihan presiden berpotensi menjadi persaingan antara Marine Le Pen, pemimpin National Rally, dan Jean-Luc Mélenchon dari partai sayap kiri La France Insoumise.
Mélenchon turut menghadiri demonstrasi dan kemudian menuduh polisi melakukan tindakan berlebihan terhadap para demonstran. Meski demikian, ia juga mengecam aksi penjarahan dan pembakaran.
Lecornu menilai pernyataan Mélenchon berbahaya dan sinis. Sebelumnya, ia menyebut polisi menghadapi kekerasan dengan intensitas ekstrem serta memperingatkan bahwa sejumlah kelompok memanfaatkan demonstrasi sebagai pemanasan menjelang pemilihan presiden.
“Tidak seorang pun akan memaksakan agenda politik mereka melalui kekerasan,” kata Lecornu.
Sementara itu, Le Pen menilai tuntutan para demonstran yang dianggap sah telah disandera oleh kelompok sayap kiri ekstrem. Ia juga menuding Mélenchon turut menyulut kekerasan dalam aksi tersebut.



