HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sejumlah titik banjir di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah sampai dengan saat ini masih bertahan. Genangan air masih bertahan akibat sisa hujan kemarin yang belum sepenuhnya teralirkan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, genangan masih terpantau di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga wilayah Genuk.
“Ketinggian air di depan RSI Sultan Agung bahkan kembali naik hingga 90 sentimeter,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (30/10).
Abdul mengungkapkan bahwa eberapa truk besar tampak terseok melewati jalur tersebut, sementara kendaraan kecil sama sekali tak mampu melintas.
“Banyak pekerja di kawasan industri Kaligawe terpaksa menumpang truk-truk yang lewat demi tetap bisa bekerja,” ujarnya.
Banjir juga masih merendam 15 kelurahan di 3 kecamatan. Sebanyak 22.669 jiwa terdampak, dan 39 jiwa harus mengungsi.
“Tiga warga dilaporkan meninggal dunia akibat laka air, sementara satu orang masih dalam pencarian,” ungkapnya/
Oleh karena itu, untuk mempercepat surutnya air, sejumlah pompa milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pusat Pengendalian Sarana dan Prasarana Sumber Daya Air (PPSDA), dan BNPB terus beroperasi.
“Air yang menggenangi kawasan tengah hingga utara kota disedot menuju dua kolam retensi, lalu dialirkan ke Laut Jawa. Namun, debit air masih terus bertambah karena pasokan dari hulu Sungai Tenggang dan Sringin belum berhenti,” jelasnya.
Meski wilayah hilir tak diguyur hujan, bagian hulu justru masih bergejolak. Radar cuaca Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang menunjukkan awan konvektif dengan potensi hujan sedang hingga lebat masih muncul di beberapa titik.
“Kondisi ini membuat banjir di Kota Semarang seolah enggan pergi. Di sisi lain, keberadaan proyek tol dan tanggul laut turut memperlambat aliran air menuju laut,” ungkapnya.



