JAKARTA – Bencana banjir melanda sejumlah pemukiman warga yang ada di Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah sejak beberapa waktu lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan bahwa banjur dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi.
“Banjir merendam sebagian wilayah di tiga desa, yakni Desa Tumbang Kajuei dan Desa Luwuk Lengkuas, Kecamatan Rungun serta Desa Tampang Tumbang Anjir, Kecamatan Kurun,” jelas Abdul Muharu dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Sabtu (23/8).
Akibat banjir itu menyebabkan tempat tinggal milik 71 KK terendam dan satu fasilitas pendidikan terdampak.
Merespons peristiwa ini, Abdul memastikan BPBD Kabupaten Gunung Mas telah melakukan kaji cepat serta penanganan di lokasi terdampak.
“Banjir pun telah surut pada saat ini,” imbuhnya.
Seiring dengan fenomena bencana hidrometeorologi basah yang terjadi di tengah musim kemarau di beberapa wilayah, Abdul mengimbau pemerintah daerah.
“Diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui langkah-langkah antisipatif. Pemetaan wilayah rawan banjir, longsor, maupun angin kencang perlu diperbarui secara berkala, disertai penguatan sistem peringatan dini hingga kesiapan sarana evakuasi.
“Koordinasi lintas sektor, mulai dari BPBD, aparat desa, hingga layanan kesehatan, menjadi kunci penting agar penanganan dapat dilakukan cepat dan tepat sasaran, serta mengurangi dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” imbaunya.
“Masyarakat juga diharapkan senantiasa waspada dengan memperhatikan informasi resmi dari pemerintah dan BMKG terkait cuaca ekstrem yang mungkin terjadi secara tiba-tiba. Menjaga kebersihan lingkungan, saluran air, dan tidak membuang sampah sembarangan dapat membantu meminimalisir risiko banjir,” sambungnya.



