HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pengusaha kecantikan sekaligus pendiri Martha Tilaar Group, Martha Tilaar, meninggal dunia pada Rabu (14/10) dalam usia 89 tahun. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang mengembangkan industri kecantikan Indonesia dengan memadukan pengetahuan modern dan tradisi perawatan berbahan alami.
Kabar duka tersebut disampaikan oleh keluarga besar Martha Tilaar Group melalui akun Instagram resmi @martha_tilaar. Dalam pernyataannya, Martha berpulang dengan didampingi anak, cucu, keluarga, serta kolega yang mencintainya.
“Dengan duka cita yang mendalam, keluarga besar Martha Tilaar Group menyampaikan kabar berpulangnya DR. (H.C) Martha Tilaar, Founder Martha Tilaar Group, pada hari ini, Rabu, 14 Oktober 2026,” tulis Martha Tilaar Group, dikutip Holopis.com, Rabu (14/10).
Jenazah Martha saat ini disemayamkan di Rumah Duka Patra Kuningan, Jakarta Selatan. Ia dijadwalkan dimakamkan pada Jumat (16/10) di kompleks pemakaman San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat.
Selain dikenal sebagai pengusaha salon dan spa, perjalanan Martha juga dikenal atas upayanya memperkenalkan tradisi kecantikan Indonesia melalui produk modern berbahan alami dan pemanfaatan tanaman herbal.
Perjalanan Martha Tilaar Membangun Bisnis Kecantikan
Melansir laman resmi Martha Tilaar Group, Martha Tilaar memiliki nama asli Martha Handana dan dikenal dengan nama Tionghoa Tjhie Pwee Giok. Ia lahir di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, pada 4 September 1937.
Sebelum mendalami ilmu kecantikan, Martha menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Jakarta. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Academy of Beauty Culture, Bloomington, Indiana, Amerika Serikat.
Pada 1984, Martha juga menerima gelar doktor kehormatan dalam bidang Fashion and Artistry dari World University di Tucson, Arizona, Amerika Serikat.
Pengalamannya selama belajar di Amerika Serikat menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan Martha. Pada 1968, ia mendapat tugas menulis tentang kecantikan tradisional Indonesia. Namun, saat itu ia menyadari bahwa pengetahuannya mengenai tradisi kecantikan dari negaranya sendiri masih terbatas.
Pengalaman tersebut mendorong Martha untuk mempelajari kembali kekayaan budaya Indonesia setelah pulang pada 1969. Ia kemudian mendalami penggunaan jamu dan tanaman herbal sebagai bagian dari tradisi perawatan tubuh masyarakat Indonesia.
Pada 1970, Martha memulai usaha dengan membuka salon kecantikan di garasi rumah orang tuanya di Jalan Kusuma Atmaja, Menteng, Jakarta Pusat. Salon berukuran sekitar 4 x 6 meter itu menjadi awal perjalanan bisnis yang kemudian berkembang menjadi Martha Tilaar Group.
Dua tahun kemudian, Martha membuka salon kedua bernama Martha Griya Salon di kawasan Menteng. Melalui salon tersebut, ia mulai mengembangkan perawatan kecantikan tradisional berbasis tanaman herbal.
Usahanya berkembang hingga pada 1977 ia mendirikan PT Martina Berto bersama Bernard Pranata dan Theresia Harsini Setiady. Pada tahun yang sama, perusahaan tersebut meluncurkan Sariayu sebagai produk kecantikan dan jamu modern.
Pada 1981, PT Martina Berto mendirikan fasilitas produksi di kawasan industri Pulogadung, Jakarta Timur. Pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian dari pengembangan usaha dari layanan salon menuju industri kosmetik.



