Meski demikian, pemerintah Nepal masih memantau dua danau yang berada di wilayah hulu. Risiko banjir disebut tetap ada hingga kedua danau tersebut benar-benar surut.
Menteri Luar Negeri Nepal Shisir Khanal mengatakan pemerintah negaranya tidak secara khusus membutuhkan bantuan asing untuk operasi pencarian dan penyelamatan. Namun, Nepal membutuhkan bantuan teknis untuk sejumlah pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus.
Di antaranya adalah mengevakuasi korban yang masih terjebak di dalam terowongan, membuka kembali jalur transportasi dan komunikasi yang terputus akibat rusaknya jembatan, mengidentifikasi jenazah, melakukan pemeriksaan DNA, hingga menyediakan fasilitas penyimpanan jenazah dalam jangka waktu lebih panjang.
“Kami sudah mengajukan permintaan untuk layanan khusus dan bantuan teknis di bidang-bidang yang kami tidak memiliki cukup keahlian dan pengetahuan teknis,” ujar Khanal kepada Reuters.
Selain menghadapi krisis kemanusiaan, Nepal diperkirakan membutuhkan biaya sangat besar untuk memulihkan wilayah yang hancur akibat bencana tersebut. Menteri Keuangan Nepal mengatakan negara itu diperkirakan membutuhkan sekitar US$4 miliar hingga US$5 miliar untuk membangun kembali berbagai infrastruktur yang rusak.



