HOLOPIS.COM, JAKARTA – Mantan kontestan American Idol Caleb Flynn tak kuasa menahan tangis ketika mendengar surat dari kedua putrinya dibacakan dalam sidang vonis atas pembunuhan istrinya, Ashley Flynn.
Caleb, 40 tahun, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat pada Senin (5/10). Ia sebelumnya dinyatakan bersalah membunuh Ashley, 37 tahun, di rumah mereka di Tipp City, Ohio, pada 16 Februari 2026.
Ashley ditemukan tewas setelah ditembak ketika sedang tidur. Jaksa menilai Caleb kemudian berusaha membuat kejadian tersebut seolah-olah merupakan aksi penyusupan ke rumah.
Dalam persidangan, kedua putri mereka yang saat kejadian masih berusia 9 dan 11 tahun menyampaikan kesedihan sekaligus kemarahan terhadap sang ayah. Surat keduanya dibacakan oleh anggota keluarga di hadapan Caleb yang terus menangis.
Salah satu putrinya mempertanyakan bagaimana Caleb tega melakukan hal tersebut kepada Ashley yang selama ini begitu menyayangi keluarganya.
“Bagaimana Ayah bisa melakukan hal seperti itu? Aku sangat mengagumimu. Aku mencintaimu dengan sepenuh hati. Lalu Ayah berbohong kepada semua orang,” tulisnya, dikutip Holopis.com, Rabu (7/10).
Ia kemudian menggambarkan Ashley sebagai sosok ibu yang sempurna dalam hidupnya.
“Ibu adalah orang yang sempurna. Benar-benar sempurna. Apa yang pernah Ibu lakukan sampai Ayah begitu membencinya?” lanjutnya.
Kalimat berikutnya menjadi salah satu momen paling emosional dalam persidangan.
“Dan kemudian Ayah memilih membunuh satu-satunya ibu yang pernah aku punya,” tulis sang putri.
Dalam surat tersebut, ia juga mengaku masih merasa sakit hati melihat ayahnya menangis. Namun, menurutnya, semua konsekuensi yang kini harus dihadapi Caleb merupakan hasil dari pilihan yang dibuatnya sendiri.
“Hatiku sakit melihat Ayah terluka, tetapi itu adalah pilihan Ayah. Pilihan Ayah untuk meninggalkan kedua putri Ayah dan membunuh satu-satunya ibu yang pernah aku punya,” tulisnya.
Sementara itu, putri Caleb yang lebih tua juga menyampaikan pesan yang tak kalah pedas. Ia mengatakan bahwa dirinya masih mencintai sang ayah, tetapi tidak dapat memahami bagaimana Caleb bisa mengambil keputusan yang menghancurkan keluarganya.



