HOLOPIS.COM, JAKARTA – Upaya penyelamatan korban banjir bandang yang menerjang kawasan perbatasan Nepal dan China terus dilakukan. Tim penyelamat menemukan sejumlah korban selamat dalam kondisi tubuh dipenuhi lumpur cokelat pekat, sementara helikopter dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang masih terjebak di wilayah terdampak.
Bencana yang dipicu runtuhnya gletser di kawasan Himalaya tersebut telah menewaskan hampir 600 orang. Di sisi lain, hampir 2.500 orang masih belum diketahui keberadaannya, dengan sebagian di antaranya merupakan warga asing yang berada di kawasan tersebut untuk bekerja, mendaki, maupun melakukan ziarah ke lokasi suci.
Upaya penyelamatan juga dilakukan di sejumlah titik yang mengalami kerusakan parah. Di wilayah China, tim penyelamat bahkan harus menggunakan tali untuk turun menuju kawasan pos perbatasan yang luluh lantak diterjang banjir.
Menurut laporan media pemerintah China, tim penyelamat harus menuruni lereng pegunungan berhutan untuk mencapai area tersebut. Seorang petugas penyelamat, Zou Mingqi, menggambarkan kondisi di lokasi yang nyaris tidak menyisakan bangunan.
“Sejauh yang saya lihat, yang ada hanya puing-puing,” kata Zou seperti dilaporkan media pemerintah China.
Kawasan yang sebelumnya menjadi jalur pemeriksaan bagi pelintas perbatasan untuk keluar dan masuk China tersebut kini berubah menjadi hamparan lumpur dan material banjir. Citra satelit juga menunjukkan tingkat kerusakan yang cukup parah di lokasi.
Sementara itu, di Nepal, militer dikerahkan untuk mengevakuasi lebih dari 100 orang yang diyakini masih terjebak di dalam terowongan sebuah pembangkit listrik tenaga air di distrik yang menjadi salah satu wilayah terparah akibat bencana.
Proses evakuasi tidak berjalan mudah. Lapisan lumpur tebal menutupi sejumlah area terdampak sehingga menyulitkan personel untuk menjangkau korban yang masih berada di lokasi.
Hingga Jumat (28/8), otoritas penanggulangan bencana Nepal mencatat 579 orang meninggal dunia. Namun, kepolisian Nepal kemudian melaporkan jumlah korban meninggal sebanyak 553 orang.
Di sisi lain, lebih dari 3.700 orang telah berhasil diselamatkan di Nepal. Jumlah orang yang masih belum ditemukan juga meningkat menjadi 1.924 orang setelah data dari sejumlah wilayah kembali diperbarui.
Sementara di sisi China, media pemerintah melaporkan tujuh orang meninggal dunia dan 554 lainnya masih dinyatakan hilang. Jumlah tersebut masih dapat berubah seiring proses pencarian dan pendataan korban.
Tim Penyelamat Waspada Ancaman Banjir Susulan
Selain menghadapi kerusakan akibat banjir pertama, tim penyelamat kini harus mengantisipasi ancaman banjir susulan dari sebuah danau baru yang terbentuk di kawasan pegunungan Himalaya.



