HOLOPIS.COM, JAKARTA— Banjir bandang menerjang Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dua orang masih dilaporkan hilang.
PLT Kepala Pusdatin dan Komunitas Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan. Selain korban hilang, bencana tersebut menyebabkan satu orang mengalami luka berat dan tiga lainnya luka ringan.
“Dua korban belum ditemukan, satu luka berat, tiga luka ringan,” kata Berton dalam konferensi pers Pemerintah dan BNPB, Selasa (22/9).
Barton menjelaskan, banjir bandang juga berdampak terhadap permukiman dan sejumlah fasilitas publik. BNPB mencatat sebanyak 50 orang dari sembilan kepala keluarga mengungsi hingga 100 rumah terdampak, 10 kantor pemerintah, dan 3 kendaraan ikut terdampak dari banjir bandang.
“50 jiwa (9 KK) mengungsi, 100 rumah terdampak, 10 kantor pemerintah terdampak, 3 kendaraan terdampak,” ujarnya.
Menurut Berton, selain permukiman, bencana tersebut juga sempat mengganggu akses penghubung di wilayah yang terdampak. Sebuah jembatan dilaporkan putus akibat terjangan banjir.
“Jembatan sempat putus namun sekarang sudah bisa dilalui secara darurat,” kata Berton.
Sementara itu, akses jalan Padang-Solok telah kembali dapat dilalui meski masih terbatas.
“Akses jalan Padang-Solok saat ini sudah normal dan bisa dilalui secara terbatas,” ujarnya.
Berton mengatakan, bahwa Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian korban dengan menyisir aliran sungai. Petugas juga membersihkan material lumpur yang terbawa banjir di lokasi terdampak.
“Tim SAR gabungan sedang melakukan penyisiran sungai untuk mencari korban hilang serta melakukan pembersihan material lumpur,” kata Berton.
BNPB mencatat banjir bandang tersebut dipicu hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Hingga laporan terakhir, pencarian dua korban yang belum ditemukan masih berlangsung.




