HOLOPIS.COM, JAKARTA – Polemik penanganan kasus dugaan pemerkosaan berkelompok yang melibatkan mantan mahasiswa Cornell University, Jane Doe, kembali memanas. Kali ini, sejumlah anggota Faculty Senate Cornell mengajukan resolusi untuk melakukan pemungutan suara mosi tidak percaya terhadap administrasi universitas.
Resolusi tersebut diajukan ke University Faculty Committee pada Senin (5/10). Menurut anggota Faculty Senate sekaligus profesor sejarah ketenagakerjaan Cornell, Paul Ortiz, resolusi itu akan ditinjau terlebih dahulu sebelum masuk dalam agenda sidang penuh Faculty Senate pada 14 Oktober mendatang.
Mosi tidak percaya merupakan bentuk pernyataan bahwa suatu kelompok telah kehilangan kepercayaan terhadap seorang pemimpin atau administrasi. Jika dilanjutkan, langkah tersebut dapat menjadi tekanan serius bagi jajaran pimpinan Cornell untuk mengambil tindakan terkait penanganan kasus tersebut.
Ratusan Orang Gelar Aksi di Kampus
Langkah para anggota Faculty Senate muncul ketika protes terhadap penanganan kasus Jane Doe terus berlangsung di lingkungan kampus.
Ratusan mahasiswa, staf, alumni, dosen, dan anggota komunitas disebut telah menyuarakan tuntutan agar Cornell melakukan reformasi dan mempertanggungjawabkan penanganan kasus tersebut. Dalam aksi pada Senin malam, peserta demonstrasi meneriakkan seruan seperti “malu” dan “mundur” yang ditujukan kepada pihak universitas. Reuters melaporkan aksi tersebut dihadiri lebih dari 1.000 orang.
Kasus ini bermula dari dugaan serangan seksual terhadap Jane Doe di rumah persaudaraan Chi Phi pada 2024. Dalam gugatan perdata yang diajukan pada September 2026, Jane Doe menuduh sejumlah anggota persaudaraan melakukan kekerasan seksual terhadap dirinya serta menilai Cornell gagal memberikan perlindungan dan menjatuhkan sanksi yang memadai.
Penanganan kasus tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai proses investigasi kepolisian kampus, keputusan jaksa wilayah Tompkins County yang sebelumnya tidak mengajukan dakwaan pidana, hingga investigasi internal Cornell dan sanksi terhadap mahasiswa yang dituduh.
Di tengah tekanan tersebut, Presiden Cornell Michael Kotlikoff pada Sabtu (3/10) akhirnya menyampaikan pernyataan publik mengenai kasus tersebut. Ia menyebut pengalaman yang dialami Jane Doe sebagai sesuatu yang “sangat mengganggu dan memilukan” serta mengakui adanya pertanyaan mengenai proses investigasi setelah laporan dibuat.
Kotlikoff juga menyatakan mendukung keputusan Gubernur New York Kathy Hochul untuk menyerahkan investigasi pidana kepada Jaksa Agung New York Letitia James sebagai jaksa khusus. Cornell juga akan menjalani peninjauan independen oleh firma hukum eksternal terkait penanganan kasus 2024 tersebut.
Dengan resolusi mosi tidak percaya yang kini dipersiapkan Faculty Senate, tekanan terhadap kepemimpinan Cornell memasuki babak baru. Keputusan mengenai resolusi tersebut akan menjadi salah satu hal yang dinantikan dalam pertemuan Faculty Senate pada 14 Oktober.



