HOLOPIS.COM, JAKARTA – Arrmanatha Christiawan Nasir resmi menduduki kursi Menteri Luar Negeri (Menlu) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Diplomat yang akrab disapa Tata itu langsung menegaskan sejumlah prioritas yang akan dibawa dalam menjalankan politik luar negeri Indonesia.
Arrmanatha menggantikan Sugiono dalam reshuffle Kabinet Merah Putih. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri sejak 2024.
Usai pelantikan, Arrmanatha mengatakan kepentingan nasional akan menjadi salah satu fokus utama dalam menjalankan tugasnya sebagai Menlu.
“Tentunya, kita akan terus memprioritaskan hal-hal yang menjadi kepentingan nasional,” ujar Arrmanatha.
Di saat yang sama, ia menilai Indonesia tetap perlu memainkan peran aktif dalam menjaga stabilitas kawasan dan perdamaian internasional.
Menurut Arrmanatha, keterlibatan Indonesia diperlukan untuk mendukung keamanan sekaligus memperkuat kerja sama multilateral di tengah dinamika global.
Indonesia Siap Kembali ke DK PBB
Salah satu langkah yang disoroti Arrmanatha adalah rencana Indonesia kembali mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk periode 2029–2030.
“Ini kembali menunjukkan kesiapan Indonesia untuk berperan aktif dalam menjaga kestabilan peace and security dan juga memajukan multilateralisme,” kata dia.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinan Arrmanatha akan tetap menempatkan isu perdamaian dan kerja sama internasional sebagai bagian penting.
Politik Luar Negeri Tetap Bebas Aktif
Arrmanatha juga menegaskan pergantian menteri tidak berarti mengubah fondasi politik luar negeri Indonesia.
Menurutnya, kebijakan luar negeri Indonesia memiliki landasan yang jelas sehingga tetap memiliki kesinambungan meski terjadi pergantian pejabat di Kementerian Luar Negeri.



