HOLOPIS.COM, JAKARTA – Rusia melancarkan serangan besar-besaran ke ibu kota Ukraina, Kyiv, menggunakan rudal dan drone pada Kamis dini hari. Serangan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesediaannya untuk kembali mengikuti perundingan damai bersama Ukraina dan Amerika Serikat (AS).
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, serangan tersebut menewaskan dua orang dan menyebabkan 34 orang lainnya terluka. Pejabat Ukraina juga melaporkan bahwa wilayah pusat Kyiv turut dihantam rudal yang membawa hulu ledak munisi tandan atau cluster warhead.
Menurut laporan militer Ukraina, Rusia mengerahkan 21 rudal dan 210 drone dalam serangan tersebut. Angkatan Udara Ukraina menyatakan tidak satu pun rudal balistik yang menghantam Kyiv berhasil dicegat.
Serangan ini terjadi ketika Ukraina menghadapi keterbatasan pasokan rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara Patriot buatan AS. Sirene peringatan serangan udara juga terus berbunyi di Kyiv pada Kamis, menyusul peringatan mengenai kemungkinan serangan rudal balistik berikutnya.
Zelensky mengecam serangan tersebut dan mempertanyakan keseriusan Moskow dalam mengupayakan perdamaian.
“Para ‘humanitarian’ Rusia telah melancarkan tiga gelombang serangan balistik terhadap Kyiv sejak malam ini,” kata Zelensky, dikutip Holopis.com, Kamis (22/10).
Ia menilai serangan tersebut menunjukkan bahwa sikap Rusia belum berubah, meskipun pembicaraan mengenai kemungkinan perundingan kembali berlangsung.
“Ketika rudal balistik Rusia menjadi respons terhadap negosiasi, tekanan nyata harus diberikan kepada Rusia agar mengambil langkah lain, yaitu menghentikan pembunuhan,” ujarnya. Zelensky juga mendesak percepatan pengiriman rudal pertahanan udara untuk melindungi Ukraina.
Putin Bersedia Kembali Berunding Setelah 10 November
Serangan terhadap Kyiv terjadi setelah Putin bertemu dengan utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, dalam pertemuan yang berlangsung selama tiga jam pada Rabu.
Atas permintaan Witkoff, Putin menyatakan bersedia melanjutkan perundingan trilateral yang melibatkan Rusia, Ukraina, dan AS setelah 10 November. Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab (UEA), disebut sebagai salah satu lokasi yang berpotensi menjadi tempat pertemuan berikutnya.
Penasihat Putin, Yury Ushakov, mengatakan Rusia ingin membahas pembentukan kerangka keamanan bagi Rusia dan Ukraina setelah konflik berakhir. Namun, ia belum merinci tuntutan yang akan diajukan Moskow dalam pembahasan tersebut.
Sementara itu, Trump menyatakan bahwa pemerintahannya berada pada posisi yang semakin dekat untuk menyelesaikan perang Ukraina.
“Kita berada pada titik terdekat yang pernah kita capai,” kata Trump pada Rabu mengenai upaya mengakhiri konflik tersebut.
Pernyataan itu disampaikan ketika ledakan pertama akibat serangan Rusia dilaporkan terjadi di Kyiv, sekitar tiga menit sebelumnya.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...