Jumlah UMKM yang masuk dalam rantai pasok menjadi salah satu indikator keterlibatan pelaku usaha. Namun, angka tersebut belum cukup untuk menggambarkan besarnya dampak ekonomi yang benar-benar diterima setiap pemasok.
Evaluasi juga perlu melihat perubahan omzet UMKM, pendapatan petani dan peternak, keberlanjutan kontrak pengadaan, serta pemerataan kesempatan usaha di berbagai daerah.
Kemitraan yang berkelanjutan juga penting agar pelaku usaha lokal tidak hanya terlibat sebagai pemasok sesaat, tetapi memiliki kesempatan mengembangkan usahanya dalam jangka panjang.
Dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, MBG menjadi salah satu program yang menghubungkan agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Program ini berpeluang memberikan manfaat ganda, yakni mendukung pemenuhan gizi sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi daerah.
Pada akhirnya, keberhasilan MBG bukan hanya soal seberapa luas program menjangkau penerima manfaat. Seberapa besar petani, peternak, UMKM, koperasi, dan pelaku usaha lokal dapat tumbuh bersama juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.



