HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemulihan wilayah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus berjalan. Pemerintah menyebut realisasi rehabilitasi dan rekonstruksi telah mencapai 96–98 persen dari target, tetapi ancaman banjir susulan masih menjadi pekerjaan rumah, terutama menjelang akhir tahun.
Selain memperbaiki infrastruktur yang rusak, pemerintah kini memprioritaskan penanganan 137 sungai untuk mengurangi risiko banjir kembali melanda kawasan terdampak.
Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, menyampaikan perkembangan tersebut saat membuka rapat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera, Senin (26/10).
Menurut Tito, sebagian besar jalan dan jembatan yang terdampak banjir sudah kembali berfungsi. Perbaikan dilakukan melalui kerja sama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), TNI, Polri, dan berbagai pihak terkait.
Meski demikian, sejumlah jembatan daerah masih membutuhkan penanganan lanjutan. Beberapa infrastruktur yang sebelumnya diperbaiki bahkan kembali rusak akibat bencana susulan.
“Jembatan, jalan rata-rata semuanya sudah fungsional, kecuali beberapa jembatan daerah dan ini dikeroyok semua, baik oleh PU, TNI, Polri semua bergerak,” ujar Tito seperti dikutip dari keterangan resmi.
Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu melanjutkan perbaikan sekaligus menyiapkan langkah pencegahan agar kerusakan serupa tidak terus berulang.
Layanan Kesehatan dan Komunikasi Mulai Normal
Pemulihan juga terlihat pada layanan dasar masyarakat di wilayah terdampak.
Tito mencontohkan aktivitas pemerintahan di Kabupaten Aceh Tamiang yang sebelumnya terganggu akibat timbunan lumpur. Kini, kegiatan pemerintahan di wilayah tersebut telah kembali berjalan.
Layanan komunikasi seluler juga dilaporkan pulih, sementara sebagian besar fasilitas kesehatan sudah kembali beroperasi.
Namun, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Enam puskesmas pembantu di Sumatera Utara masih memerlukan penanganan lebih lanjut agar pelayanan kesehatan dapat kembali berjalan optimal.
Di sektor pendidikan dan perumahan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono menyampaikan bahwa pembangunan kembali sekolah terdampak serta penyediaan hunian sementara dan hunian tetap berjalan sesuai rencana.
Sugiono menyebut capaian rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak telah berada pada kisaran 96–98 persen dari target.
“Memang, (rehabilitasi dan rekonstruksi) di beberapa tempat harus kita lakukan akselerasi, tapi saya kira semua itu bisa terlaksana dengan baik sesuai dengan yang kita harapkan,” jelas Sugiono.
Lebih dari 2 Juta Pengungsi Sudah Kembali
Berdasarkan data Satgas PRR per 26 Oktober 2026, banjir yang terjadi pada akhir tahun sebelumnya berdampak pada 53 kabupaten/kota, 498 kecamatan, dan 4.533 desa/kelurahan.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...