Bencana tersebut memaksa lebih dari 2 juta jiwa meninggalkan tempat tinggal mereka untuk mengungsi.
Kini, seluruh pengungsi dilaporkan telah kembali ke rumah atau menempati tempat tinggal lainnya. Tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda berdasarkan data yang disampaikan pemerintah.
Meski menjadi perkembangan positif, kembalinya warga dari pengungsian bukan berarti seluruh persoalan pascabencana telah selesai. Perbaikan infrastruktur, pemulihan layanan publik, dan penyediaan hunian yang layak tetap perlu dipastikan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
137 Sungai Jadi Prioritas Cegah Banjir Susulan
Di tengah proses pemulihan, ancaman banjir susulan masih membayangi sejumlah wilayah di Sumatera. Curah hujan tinggi menjelang akhir tahun menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi.
Tito menyebut banjir susulan telah terjadi di sejumlah daerah, antara lain Kota Padang, Kabupaten Solok, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Pidie Jaya, dan Kabupaten Aceh Tamiang.
Dampaknya, sejumlah ruas jalan dan jembatan yang sebelumnya diperbaiki kembali mengalami kerusakan.
Untuk mengurangi risiko tersebut, pemerintah akan memprioritaskan normalisasi 137 sungai di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Normalisasi diperlukan untuk menangani sedimentasi atau penumpukan material di dasar sungai yang dapat mengurangi kapasitas aliran air. Ketika hujan deras terjadi, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko air meluap ke kawasan sekitarnya.
Tito pun meminta Kementerian PU mempercepat penanganan sungai yang mengalami sedimentasi. Upaya ini diharapkan dapat membantu mengurangi ancaman banjir sekaligus menjaga hasil rehabilitasi dan rekonstruksi yang telah dilakukan.
“Begitu sedimennya tinggi, ada curah hujan tinggi, dia meluber menjadi banjir. Artinya ada terus susulan-susulan (bencana) dan kita sedang bekerja (menangani itu),” jelasnya.
Pemerintah kini menghadapi dua pekerjaan sekaligus, yakni menuntaskan pemulihan wilayah terdampak dan memperkuat upaya pencegahan agar banjir tidak kembali menimbulkan kerusakan yang lebih luas.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...