HOLOPIS.COM, SEMARANG – Realisasi investasi di Jawa Tengah mencapai Rp72,54 triliun hingga triwulan III 2026, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 340.334 orang.
Di tengah capaian tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengungkapkan rencana masuknya 57 perusahaan asal Vietnam yang bergerak di sektor padat karya untuk membangun usaha di wilayahnya.
Capaian investasi tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp40,77 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp31,77 triliun. Total realisasi itu mencakup 82.420 proyek.
Rencana masuknya perusahaan Vietnam disampaikan Luthfi saat membuka Semarang Business Forum (Sembiz) ke-19 Tahun 2026 di The Suri Ballroom, Queen City Mall, Kota Semarang, Rabu (21/10/2026).
“Ada 57 perusahaan Vietnam padat karya nanti akan membangun di wilayah kita. Karena role model kegiatan padat karyanya Vietnam sama dengan kita. Dan dia akan buka cabang di wilayah kita,” ungkapnya, dikutip Holopis.com Jateng, Kamis (22/10/2026).
Pernyataan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam upaya Jawa Tengah memperkuat daya tarik investasi, terutama untuk industri padat karya yang berpotensi membuka lapangan pekerjaan.
Kendal Pimpin Realisasi Investasi Jateng
Berdasarkan data hingga triwulan III 2026, Kabupaten Kendal menjadi daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Jawa Tengah, yakni Rp13,61 triliun.
Berikut lima daerah dengan realisasi investasi terbesar:
1. Kabupaten Kendal: Rp13,61 triliun.
2. Kota Semarang: Rp9,07 triliun.
3. Kabupaten Batang: Rp8,54 triliun.
4. Kabupaten Temanggung: Rp5,05 triliun.
5. Kabupaten Demak: Rp4,29 triliun.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas investasi tersebar di sejumlah wilayah, dengan Kendal dan kawasan perkotaan Semarang menjadi salah satu titik utama penanaman modal.
Luthfi menilai pengembangan ekonomi daerah tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Peran investasi swasta dan kolaborasi antardaerah diperlukan untuk memperluas kegiatan usaha sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Business forum ini ada tiga hal yang sangat krusial. Yang pertama tourism (pariwisata), yang kedua trade (perdagangan), dan yang ketiga investasi. Ini tiga mata rantai yang tidak bisa kita pisahkan,” kata Luthfi.
Semarang Didorong Jadi Pusat Ekonomi Kawasan
Luthfi mendorong Kota Semarang menjadi penggerak investasi dan pertumbuhan ekonomi kawasan. Posisi strategis Semarang dinilai dapat menghubungkan potensi perdagangan, pariwisata, dan industri di daerah sekitarnya, termasuk Kendal, Demak, Grobogan, dan Salatiga.
Melalui pembagian peran antardaerah, setiap wilayah diharapkan mampu mengembangkan keunggulan masing-masing sekaligus memperkuat daya tarik kawasan bagi investor.
Menurut Luthfi, Jawa Tengah memiliki modal untuk menarik investasi, mulai dari iklim usaha yang kondusif hingga ketersediaan tenaga kerja yang kompetitif. Pengembangan industri padat karya menjadi salah satu peluang yang ingin dimaksimalkan pemerintah daerah.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...