HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sosiolog UGM Arie Sujito menyebut demokrasi Indonesia makin merosot dan stres, menyoroti lemahnya pengawasan parlemen serta menyempitnya ruang kritik publik.
Demokrasi Indonesia mendapat sorotan tajam dari sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Arie Sujito.
Ia menilai kondisi demokrasi nasional semakin mengkhawatirkan, terutama karena mekanisme pengawasan terhadap kekuasaan dinilai belum berjalan efektif.
Situasi ini diperparah oleh kekhawatiran menyempitnya ruang kritik bagi masyarakat sipil.
Arie bahkan menggunakan istilah yang cukup mencolok untuk menggambarkan situasi tersebut.
Menurutnya, demokrasi Indonesia bukan sekadar mengalami penurunan, tetapi juga sedang menghadapi tekanan serius yang ia sebut sebagai kondisi stres.
“Demokrasi di Indonesia itu semakin menurun, merosot dan stres. Ini tercermin dari checks and balances kita enggak jalan,” ujar Arie, dikutip dari laman resmi UGM, Kamis (15/10/2026).
Pernyataan tersebut menyoroti persoalan mendasar dalam kehidupan bernegara.
Demokrasi, menurut Arie, tidak cukup hanya diwujudkan melalui pemilihan umum yang memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menentukan pemimpin.
Sistem ini juga membutuhkan pengawasan terhadap pemerintah, keterlibatan warga, dan kebebasan menyampaikan pendapat.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatiannya adalah fungsi parlemen dalam mengawasi jalannya pemerintahan.
Lembaga perwakilan rakyat semestinya menjadi penyeimbang kekuasaan sekaligus memastikan kebijakan yang diambil tetap memperhatikan kepentingan masyarakat.
Jika fungsi tersebut tidak berjalan optimal, kekuasaan berisiko kehilangan mekanisme koreksi yang memadai.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...