Kabar Terbaru Karhutla: Hotspot Turun, Kalteng dan Sumsel Dipantau

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Jumlah titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia turun tajam pada 13 Oktober 2026. Meski begitu, pemerintah masih memfokuskan upaya pemadaman di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan dengan mengerahkan personel serta memaksimalkan operasi darat dan udara.

Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, jumlah hotspot nasional turun 77,5 persen dalam 24 jam, dari 1.085 titik pada 12 Oktober menjadi 244 titik pada 13 Oktober 2026.

Juru Bicara sekaligus Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton S.P. Panjaitan, mengatakan operasi darat masih menjadi pilihan utama dalam memadamkan kebakaran.

Menurutnya, metode ini dinilai lebih efektif untuk menjangkau titik api secara langsung, meskipun belum tentu mampu menjangkau seluruh bagian lahan gambut yang terbakar.

“Sedangkan operasi pemadaman tentu mengutamakan operasi darat karena pemadaman ini yang lebih efektif. Operasi darat bisa memadamkan seketika, (walaupun) tidak sampai ke dalam gambut,” ungkap Berton dalam konferensi pers, Rabu (14/10).

Pemerintah juga terus menyesuaikan strategi pemadaman dengan kondisi di lapangan. Selain operasi darat, dukungan udara dan upaya memicu hujan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) turut dioptimalkan.

Modifikasi Cuaca Bergantung pada Awan

Operasi modifikasi cuaca menjadi salah satu upaya pemerintah untuk membantu mengendalikan karhutla. Namun, pelaksanaannya sangat bergantung pada keberadaan dan pertumbuhan awan yang berpotensi menghasilkan hujan.

Berton menjelaskan, penyemaian awan dapat dioptimalkan ketika kondisi atmosfer mendukung, termasuk saat awan potensial berada di wilayah Kalimantan Barat.

“Kemudian operasi OMC. OMC sangat bergantung pada pertumbuhan awan. Jadi ketika pertumbuhan awan ada di Kalimantan Barat kita optimalkan sehingga hujan yang kontinu, yang konsisten itu tetap terjadi. Jadi ini yang kita jaga momentumnya,” jelasnya.

Untuk penanganan karhutla di Kalimantan Tengah, operasi modifikasi cuaca dilakukan dari sejumlah lokasi dan disesuaikan dengan kondisi awan.

Sementara itu, untuk wilayah Sumatera Selatan, operasi modifikasi cuaca direncanakan menggunakan pangkalan di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung.

“Jadi, ada helikopter direncanakan dari sana karena visibility lebih memungkinkan di sana,” terangnya.

Ribuan Personel Dikerahkan

Di sisi lain, Kementerian Kehutanan memperkuat penanganan karhutla dengan mengerahkan personel ke sejumlah wilayah terdampak.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, menyebutkan sebanyak 1.419 personel Manggala Agni telah diterjunkan di empat provinsi.

Selain itu, Kementerian Kehutanan menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) untuk mendukung penanganan karhutla. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.000 personel berstatus bantuan kendali operasi (BKO) saat ini aktif di lapangan.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU