Pengerahan personel tersebut dilakukan untuk memperkuat upaya pemadaman, terutama di wilayah yang masih menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Hotspot Oktober Lebih Rendah dari September
Data Kementerian Kehutanan menunjukkan jumlah hotspot pada awal Oktober 2026 lebih rendah dibandingkan periode 17–30 September 2026.
Pada periode 17–30 September, tercatat 9.080 titik panas atau rata-rata 649 titik per hari. Jumlah tertinggi mencapai 1.843 titik pada 20 September 2026.
Sementara itu, sepanjang 1–13 Oktober 2026, jumlah hotspot tercatat sebanyak 7.519 titik. Puncaknya terjadi pada 8 Oktober dengan 1.029 titik.
Penurunan juga terlihat di dua wilayah yang menjadi perhatian pemerintah, yakni Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.
“Secara nasional, 24 jam terakhir turun 77,5 persen. Khusus untuk di Kalimantan Tengah, terdapat penurunan dari 227 titik hotspot menjadi 65 titik hotspot. Serta di Sumatera Selatan dari 147 titik hotspot menjadi 59 titik hotspot,” kata Ristianto.
Meski jumlah titik panas menunjukkan penurunan, pemerintah masih melanjutkan upaya pemadaman dan pemantauan. Operasi darat, dukungan udara, modifikasi cuaca, serta pengerahan personel menjadi bagian dari langkah untuk menekan risiko meluasnya karhutla di kedua provinsi tersebut.



