JAKARTA, HOLOPIS.COM – Ancaman El Nino kembali membayangi sektor pertanian RI. Risiko sawah mengalami puso pun jadi perhatian pemerintah tahun ini.
Ancaman El Nino kembali membayangi sektor pertanian Indonesia.
Pemerintah pun terus memperkuat langkah antisipasi agar kekeringan tak sampai mengganggu produksi pangan nasional.
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan dampak El Nino terhadap lahan pertanian pada 2026 sejauh ini masih lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.
Kondisi tersebut dinilai belum memberikan tekanan besar terhadap produksi pangan.
Amran mencatat luas lahan pertanian yang mengalami puso atau gagal panen pada 2026 sekitar 18.000 hektare.
Angka ini lebih rendah dibandingkan 2023 yang mencapai 25.000 hektare.
“Puso tahun 2026 itu 18 ribu hektare. Sementara tahun 2023 itu 25 ribu hektare. Jadi lebih kecil tahun ini, karena kita pompanya sudah dimasifkan,” kata Amran.
Menurut Amran, pemerintah sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk menekan dampak El Nino.
Fokus utamanya adalah memastikan lahan pertanian tetap mendapatkan pasokan air di tengah ancaman kekeringan.
Ada empat langkah yang disebut menjadi andalan pemerintah.
Pertama, memperkuat pompanisasi untuk mengalirkan air ke lahan pertanian.
Kedua, pemerintah terus melakukan perbaikan dan optimalisasi jaringan irigasi.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...