HOLOPIS.COM, JAKARTA – Warga Kubu Raya masih berjibaku menghirup asap karhutla, tapi pameran sawit IPOSC 2026 justru tetap dijadwalkan. Kritik pedas pun meledak di media sosial.
Ada yang bikin publik Kalimantan Barat bertanya-tanya di tengah kepungan asap karhutla.
Saat warga masih harus berhadapan dengan udara buruk dan pemerintah berjibaku menangani kebakaran, sebuah event besar bertema sawit justru sempat dijadwalkan tetap digelar.
Event itu adalah Indonesian Palm Oil Smallholders Conference & Expo (IPOSC) 2026.
Agenda tersebut awalnya dijadwalkan berlangsung pada 22–23 September 2026 di Q Hall Qubu Raya, Kabupaten Kubu Raya.
Bukan isi acaranya yang pertama kali memicu kegaduhan.
Waktu pelaksanaannya yang membuat publik bereaksi.
Rencana pameran sawit tersebut ramai disorot setelah kritik beredar di media sosial pada Senin, 14 September 2026.
Sejumlah pihak menilai penyelenggaraan event industri di tengah situasi karhutla perlu dipertimbangkan kembali karena masyarakat masih menghadapi dampak asap dan kekeringan.
Salah satu suara yang paling mencuri perhatian datang dari kreator konten Ferry Irwandi melalui akun Instagram @irwandiferry.
Ferry mengunggah potret baliho IPOSC 2026 sembari mempertanyakan keputusan penyelenggara menggelar kegiatan tersebut ketika kondisi karhutla masih menjadi persoalan.
“Dear @iposc_2026… menyelenggarakan festival sawit saat kebakaran hutan masih sangat parah, dada warga sesak, orang-orang sakit dan meninggal?” tulisnya.
Tak berhenti di situ. Ferry juga meminta penyelenggara membatalkan agenda tersebut.



