JAKARTA – Tersangka kasus pencemaran nama baik terhadap Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo menegaskan bahwa ada sosok besar yang selama ini berada di balik upayanya untuk melawan mantan Presiden RI ke 7 itu.
Hal ini sekaligus untuk mengungkapkan tuduhan sejumlah kalangan terhadapnya bahwa ada sosok besar dan berpengaruh yang selama ini menjadi pelindung dan pengatur dari rangkaian kasus ini.
“Kemudian ada tuduhan di luar, ada orang besar di balik kami, nggak ada bang Karni. Yang besar ada yang Maha Besar (Tuhan -red) yang ada di atas,” kata Roy Suryo saat hadir dalam talkshow ILC (Indonesia Lawyer Club) yang dikutip Holopis.com, Jumat (26/6/2026).
Salah satu bukti bahwa dirinya merasa Tuhan yang berada di belakangnya adalah sebuah rangkaian peristiwa penangkapan paksa yang sempat coba dilakukan oleh Direskrimum Polda Metro Jaya.
Di mana sebelumnya pasca pemeriksaan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, ia dan Tifauzia Tyassuma akan digelandang ke Mapolda Metro Jaya terlebih dahulu sebelum selanjutnya dibawa ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, ternyata sempat mengalami hambatan di jalan raya.
“Begitu kami keluar mobil itu, tahanan itu, ya itu mobilnya memang mobil tahanan, keluar dari rumah sakit Polri di Kramat Jati masuk jalan kecil di samping Cililitan, kemudian masuk ke Cawang ya, setelah masuk ke Cawang tidak pada biasanya, macet total lalu lintas macet total,” terangnya.
“Jadi ternyata saya baru tahu bahwa ada Transjakarta menabrak separator atau divider itu, sehingga membuat lalu lintasnya macet total. Jadi mobil yang mengangkut kami itu itu terhambat sekitar satu jam di jalan ya, memang kami kepanasan di mobil sangat panas gitu. Tapi hikmahnya apa, kita enggak bisa lama-lama di Polda, jadi baru masuk Polda sebentar kemudian tanda tangan harus dibawa ke Kejaksaan itu,” sambungnya.
Jika memang ada orang besar yang bersosok manusia berada di belakangnya, tentu peristiwa tersebut tidak akan mungkin terjadi atas perintah manusia. Peristiwa yang tidak masuk akal ini pun menurut Roy menjadi bukti bahwa Tuhan adalah Sang Pelindungnya selama ini.
“Apa iya kalau ada orang besar. Orang besar itu bisa memerintahkan eh tolong Transjakarta kamu bikin nabrak supaya macet, supaya Roy Suryo terhambat, ya enggak mungkin banget itu,” tandasnya.


