Dituding Jadi Penjilat Presiden Prabowo, Dahnil Anzar Meledak: Kami Berjuang Bersama Sejak Awal!

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMDahnil Anzar Simanjuntak membantah tudingan sebagai penjilat Presiden Prabowo Subianto dan menegaskan dirinya telah berjuang bersama sejak awal.

Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) sekaligus Juru Bicara Presiden, Dahnil Anzar Simanjuntak, angkat bicara setelah dirinya bersama sejumlah tokoh pendukung Presiden Prabowo Subianto dituding sebagai penjilat kekuasaan.

Melalui akun media sosial X miliknya, Rabu (17/6/2026), Dahnil melontarkan respons keras terhadap tudingan tersebut.

Ia menegaskan bahwa dirinya bersama sejumlah tokoh lain telah mendampingi perjuangan politik Prabowo sejak lama, jauh sebelum Ketua Umum Partai Gerindra itu menjadi Presiden Republik Indonesia.

“Masa @fadlizon @Fahrihamzah @bang_dasco termasuk saya dan lain-lain, Anda sebut penjilat,” tulis Dahnil dalam unggahannya.

Polemik itu bermula dari komentar seorang pengguna media sosial yang menilai sejumlah tokoh di lingkaran Presiden Prabowo hanya bersikap loyal setelah kekuasaan diraih.

- Advertisement -

Pernyataan tersebut kemudian memancing respons Dahnil yang merasa tudingan itu tidak adil bagi mereka yang telah mendampingi Prabowo sejak bertahun-tahun.

Dahnil pun menyebut nama Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah, hingga Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Menurut dia, para tokoh tersebut telah melalui perjalanan politik panjang bersama Prabowo, termasuk saat masih berada di luar pemerintahan.

“Kami-kami berjuang bareng dengan Presiden Prabowo, ikut perjuangan politik beliau sejak awal. Masa ketika beliau menjadi Presiden, kami tidak bekerja bersama beliau memastikan agenda perjuangan politik beliau berlanjut,” tulisnya lagi.

Pernyataan Dahnil itu dengan cepat menjadi perbincangan di media sosial.

Sejumlah warganet mendukung sikap mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah tersebut dan menilai loyalitas politik merupakan hal yang wajar.

Namun, tidak sedikit pula yang tetap mengkritik kedekatan para tokoh tersebut dengan pusat kekuasaan.

Saat ini, Dahnil dipercaya menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Penyelenggara Haji dan menjadi salah satu figur yang cukup dekat dengan Presiden Prabowo.

Sebelumnya, ia juga dikenal sebagai juru bicara Prabowo sejak Pemilihan Presiden 2019 dan kemudian bergabung dengan Partai Gerindra.

Dalam unggahannya, Dahnil menegaskan bahwa tugas yang kini diembannya bukan sekadar bentuk kedekatan dengan Presiden, melainkan amanah untuk menjalankan program yang telah menjadi visi pemerintahan.

“Dan saat ini tugas saya memastikan agenda visi perhajian Presiden bisa berjalan dan mengalami perbaikan-perbaikan signifikan,” kata dia.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bantahan atas anggapan bahwa dirinya hanya menikmati posisi setelah Prabowo berkuasa.

Bagi Dahnil, keberadaannya di pemerintahan merupakan kelanjutan dari perjuangan politik yang telah dibangun bersama sejak awal.

Kontroversi mengenai loyalitas dan kedekatan dengan kekuasaan sendiri bukan hal baru dalam dinamika politik Indonesia.

Namun, respons keras Dahnil kali ini menunjukkan bahwa ia tidak tinggal diam ketika komitmen politiknya bersama Presiden Prabowo dipertanyakan oleh publik.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU