JAKARTA – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nasional (Unas) memberikan klarifikasi resmi terkait munculnya sosok bernama Ardi Zulkifly yang mengatasnamakan diri sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Universitas Nasional dalam konferensi pers yang digelar Aliansi Mahasiswa BEM Fakultas Bersatu.
Dekan FISIP Universitas Nasional, Aos Yuli Firdaus, menegaskan bahwa secara kelembagaan FISIP Unas tidak memiliki organisasi BEM di tingkat fakultas. Dengan demikian, tidak terdapat jabatan Ketua BEM FISIP Universitas Nasional dalam struktur organisasi kemahasiswaan yang berlaku di lingkungan kampus tersebut.
Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul beredarnya pemberitaan dan dokumentasi kegiatan konferensi pers yang menampilkan seorang individu dengan identitas Ketua BEM FISIP Universitas Nasional.
“FISIP Universitas Nasional tidak memiliki organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di tingkat fakultas. Oleh karena itu, tidak terdapat jabatan Ketua BEM FISIP Universitas Nasional dalam struktur organisasi kemahasiswaan yang berlaku di lingkungan FISIP Universitas Nasional,” demikian pernyataan Aos dalam siaran resmi FISIP Universitas Nasional, Selasa (17/6/2026).
Karena itu, pihak fakultas menegaskan bahwa individu yang diperkenalkan atau mencantumkan identitas sebagai Ketua BEM FISIP Universitas Nasional tidak memiliki kapasitas kelembagaan untuk mewakili fakultas berdasarkan jabatan tersebut.
FISIP Unas juga menekankan bahwa seluruh kehadiran maupun pernyataan yang disampaikan oleh yang bersangkutan dalam kegiatan tersebut merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak dapat dimaknai sebagai sikap resmi fakultas.
“Kehadiran maupun pernyataan yang disampaikan oleh yang bersangkutan dalam kegiatan tersebut merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak dapat ditafsirkan sebagai sikap, pandangan, maupun representasi resmi FISIP Universitas Nasional,” lanjut keterangan tersebut.
Meski demikian, FISIP Universitas Nasional tetap menegaskan komitmennya dalam mendukung kebebasan akademik, kebebasan berpendapat, serta partisipasi aktif mahasiswa dalam kehidupan demokrasi.
Pihak fakultas menyatakan setiap mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi dan pandangan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun penggunaan identitas organisasi maupun jabatan kemahasiswaan harus dilakukan secara tepat dan bertanggung jawab.
“Penggunaan identitas, atribut, maupun jabatan organisasi kemahasiswaan harus dilakukan secara tepat, akurat, dan bertanggung jawab agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, FISIP Unas mengimbau seluruh pihak, termasuk organisasi mahasiswa, penyelenggara kegiatan, media massa, maupun masyarakat umum untuk melakukan verifikasi terhadap identitas dan afiliasi kelembagaan narasumber sebelum dipublikasikan kepada publik.
Fakultas juga meminta pihak-pihak yang telah mempublikasikan identitas tersebut sebagai Ketua BEM FISIP Universitas Nasional untuk melakukan koreksi dan penyesuaian informasi sesuai kondisi kelembagaan yang sebenarnya.
Menurut FISIP Unas, klarifikasi ini disampaikan semata-mata untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat sekaligus menjaga akurasi informasi mengenai struktur organisasi kemahasiswaan di lingkungan Universitas Nasional.
“FISIP Universitas Nasional tetap berkomitmen mendukung kebebasan akademik, kebebasan berpendapat, serta partisipasi aktif mahasiswa dalam kehidupan demokrasi yang dijalankan secara bertanggung jawab dan berdasarkan fakta yang benar,” tutupnya.
Sebelum diberitakan, bahwa BEM Bersatu telah menggelar konferensi pers pada hari Selasa, 16 Juni 2026 di kawasan Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur. Di mana dalam konferensi pers tersebut, mereka menyikapi soal aksi demonstrasi sejumlah Mahasiswa seperti dari Universitas Indonesia sekaligus menuding adanya dukungan logistik terhadap aksi penolakan MBG, termasuk dugaan keterkaitan pihak-pihak tertentu dengan mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto.
Dalam forum tersebut, Juru Bicara BEM Bersatu Rahmat Djimbula mengklaim terdapat sejumlah perwakilan mahasiswa yang hadir dengan mengatasnamakan organisasi kemahasiswaan dari berbagai perguruan tinggi. Mereka antara lain ;
- Wildan Ricky, Ketua BEM Fakultas Hukum UNISIA.
- Muhammad Yani dari BEM Fakultas Hukum UIJ.
- Ardi Zulkifly, Ketua BEM FISIP UNAS.
- Ardiansyah, Ketua BEM Institut Al Aqidah.
- Ahmad Ghazy dari BEM Psikologi UNJ.
- Alfi, Ketua BEM FEB Universitas Pamulang (UNPAM).
- Rahmat Djimbula, Ketua BEM Hukum UIC.
- Dicky dari BEM Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Indraprasta PGRI (Unindra).
- Ahmad dari BEM Fakultas Teknik Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI).
- Rezky Anandar dari BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Manajemen Administrasi Institut STIAMI.



