Fernando Duga Kasus Silmy Karim Ada Kaitan Persaingan Pengaruh di Lingkungan Kekuasaan

4 Shares
Ukuran text:
21
Dengarkan Berita:

JAKARTA – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas menilai kasus hukum yang menjerat Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim berpotensi memunculkan spekulasi mengenai dinamika politik di lingkungan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Fernando, kedekatan Silmy dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin selama ini membuat penanganan kasus tersebut tidak bisa dilepaskan dari berbagai tafsir politik yang berkembang.

“Kalau dilihat dari berbagai sumber informasi, Silmy Karim memiliki kedekatan dengan Sjafrie Sjamsuddin yang saat ini menjadi Menteri Pertahanan,” kata Fernando dalam analisis politik yang disampaikannya secara tertulis, Selasa (9/6/2026).

Ia berpendapat, kedekatan tersebut turut berkontribusi terhadap perjalanan karier Silmy yang pernah menempati sejumlah posisi strategis, baik di lingkungan pemerintah maupun BUMN.

“Saya juga yakin, kedekatan Silmy dengan Sjafrie yang membuat ia masuk dalam Kabinet Merah Putih sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ujarnya.

Fernando kemudian mempertanyakan adanya kemungkinan dinamika kekuasaan di sekitar Presiden Prabowo menyusul mencuatnya perkara yang menyeret nama Silmy.

“Ada apa sehingga orang dekat Sjafrie digarap KPK? Mungkin saat ini sedang ada persaingan pengaruh dan peran yang begitu kuat di sekitar Presiden Prabowo Subianto,” tuturnya.

Menurut dia, selama ini publik beberapa kali dihadapkan pada berbagai informasi mengenai adanya persaingan pengaruh antara Sjafrie dengan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad yang dikenal dekat dengan Presiden Prabowo.

Karena itu, Fernando menilai penanganan kasus Silmy bisa saja dimaknai sebagian kalangan sebagai indikasi adanya perubahan hubungan politik antara Prabowo dan Sjafrie.

“Sangat mungkin penangkapan Silmy Karim yang selama ini dekat dengan Sjafrie dimaknai bahwa hubungan Prabowo Subianto dengan Sjafrie sudah kurang baik dan sudah mulai berjarak,” katanya.

Ia juga menyoroti kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis yang salah satu agendanya berkaitan dengan sektor pertahanan, namun tidak melibatkan Menteri Pertahanan dalam rombongan resmi.

“Pada saat Presiden Prabowo melakukan kunjungan luar negeri ke Prancis salah satu agenda utamanya adalah terkait bidang pertahanan, namun pada kunjungan tersebut tidak melibatkan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsuddin,” ucap Fernando.

Lebih lanjut, ia menduga Presiden mulai melakukan evaluasi terhadap para pembantunya di kabinet dengan mempertimbangkan faktor loyalitas dan efektivitas kerja.

“Sepertinya secara perlahan Prabowo mulai menilai dan selektif terhadap orang di sekitarnya untuk dibiarkan tetap dekat atau harus disingkirkan karena dianggap tidak lagi loyal pada dirinya,” katanya.

Fernando bahkan mengaitkan spekulasi tersebut dengan munculnya survei yang sempat memasukkan nama Sjafrie sebagai salah satu figur potensial dalam kontestasi politik nasional.

“Bisa saja hasil survei yang menempatkan Sjafrie sebagai salah satu capres beberapa waktu lalu menjadi salah satu penyebab Prabowo mulai tidak terlalu melibatkannya dalam agenda penting,” ujarnya.

Meski demikian, Fernando berharap dinamika dan persaingan pengaruh di sekitar Presiden tidak mengganggu jalannya pemerintahan maupun pelaksanaan program-program yang telah dijanjikan kepada masyarakat.

“Saya berharap Prabowo akan konsisten melakukan tugasnya sebagai Presiden RI untuk kepentingan rakyat, bukan demi orang-orang di sekitarnya,” pungkasnya.

Sekadar diketahui Sobat Holopis, bahwa Silmy Karim kini sudah menjadi tersangka dan tahanan KPK. Ia bersama tujuh tersangka lainnya telah ditahan di rumah tahanan KPK atas dugaan perbuatannya melakukan pemerasan dan gratifikasi terhadap izin tinggal Warga Negara Asing (WNA). Kedelapan orang ini disangkakan melanggar Pasal 12e Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 Juncto Pasal 20 huruf c KUHP.

Silmy yang sempat menjadi Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan tersebut ditahan KPK untuk 20 hari terhitung sejak tanggal 3 – 23 Juni 2026 untuk proses penyidikan lebih lanjut.

2 Porsche 911 Hingga 4 Moge Diboyong Kpk Dari Rumah Silmy Karim Holopis
2 Porsche 911 hingga 4 Moge Diboyong KPK dari Rumah Silmy Karim. [Foto: Istimewa]

Bahkan setelah dijebloskan ke dalam tahanan, tim penyidik KPK sempat menggeledah kediaman pribadi Silmy Karim di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan selama kurang lebih lima jam. Dari sana, mereka mengangkut dua moge Harley Davidson, satu Ducati, serta dua unit mobil Porsche.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Freelancer
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Freelancer, Muhammad Ibnu Idris
4 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU