Zelensky Peringatkan Serangan Besar Rusia, Ukraina Siaga Hadapi Rudal Hipersonik

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan negaranya tengah menghadapi ancaman serangan udara signifikan dari Rusia dalam waktu dekat. Ancaman tersebut disebut melibatkan rudal hipersonik Rusia yang dikenal sangat sulit dicegat sistem pertahanan udara.

Dalam pernyataannya pada Sabtu waktu setempat, Zelenskyy mengungkap adanya tanda-tanda persiapan serangan gabungan Rusia ke sejumlah wilayah Ukraina, termasuk ibu kota Kyiv.

Kami melihat tanda-tanda persiapan untuk serangan gabungan di wilayah Ukraina, termasuk Kyiv,” tulis Zelenskyy di platform X dikutip dari New York Post, Minggu, (24/5/2026).

Ia juga meminta masyarakat Ukraina untuk segera mematuhi peringatan serangan udara dan mencari perlindungan jika sirene berbunyi.

Bertindaklah secara bertanggung jawab terhadap peringatan serangan udara, mulai malam ini,” lanjutnya.

Peringatan Zelenskyy muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah Rusia disebut tengah menyiapkan opsi balasan atas serangan pesawat nirawak Ukraina di wilayah Luhansk yang dikuasai Moskow.

- Advertisement -

Dalam waktu bersamaan, Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Kyiv turut mengeluarkan peringatan keamanan kepada warganya terkait potensi serangan besar Rusia.

Kedutaan, seperti biasa, merekomendasikan warga AS untuk bersiap segera berlindung jika peringatan serangan udara diumumkan,” demikian isi peringatan tersebut.

Media pemerintah Rusia sebelumnya mengklaim serangan drone Ukraina ke sebuah asrama di Luhansk menewaskan 18 mahasiswa dan melukai puluhan lainnya. Tiga korban dilaporkan masih tertimbun reruntuhan hingga Sabtu.

Namun, militer Ukraina membantah tuduhan tersebut. Kyiv menegaskan target mereka hanyalah unit komando drone Rusia yang berada di kawasan tersebut.

Di sisi lain, Rusia disebut tengah mempertimbangkan penggunaan rudal hipersonik Oreshnik sebagai bagian dari opsi serangan balasan. Senjata tersebut pernah dipromosikan Presiden Vladimir Putin sebagai rudal yang mustahil dicegat karena mampu melaju lebih dari 10 kali kecepatan suara.

Rudal Oreshnik diketahui baru digunakan dua kali sebelumnya dan telah menuai kecaman dari para pemimpin Eropa yang menyebut penggunaannya sebagai tindakan eskalatif dan tidak dapat diterima.

Zelenskyy pun kembali melontarkan kritik keras terhadap Rusia dan meminta masyarakat menjaga keselamatan diri di tengah ancaman serangan.

Kegilaan Rusia benar-benar tidak mengenal batas. Jadi, tolong lindungi hidup Anda — gunakan tempat perlindungan,” ujar Zelenskyy.

Perang ini harus diakhiri — kita membutuhkan perdamaian, bukan beberapa rudal yang memuaskan ambisi sakit satu individu,” lanjut Zelenskyy.

Sementara itu, serangan Rusia semalam di berbagai wilayah Ukraina dilaporkan menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai 62 lainnya berdasarkan laporan otoritas setempat.

Di tengah ancaman tersebut, Ukraina juga melancarkan serangan balasan terhadap fasilitas energi Rusia. Kyiv menyerang terminal minyak Sheskharis di Laut Hitam yang menjadi salah satu pusat ekspor minyak terbesar Rusia.

Serangan itu menyebabkan kebakaran besar dan disebut mengancam kapasitas ekspor minyak Rusia hingga satu juta barel per hari.

Tak hanya itu, depot minyak dan kapal tanker yang disebut bagian dari “armada bayangan” Rusia di Novorossiysk juga menjadi sasaran serangan Ukraina.

Situasi perang yang terus memanas terjadi ketika upaya diplomasi antara Rusia dan Ukraina masih menemui jalan buntu. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengakui pembicaraan damai yang dimediasi Washington belum menunjukkan hasil nyata.

Negosiasi perdamaian, sayangnya, tidak membuahkan hasil,” kata Rubio kepada wartawan.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU