Bali Menua Lebih Cepat, BPS Bunyikan Alarm: Fasilitas Lansia Harus Dikebut

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Perubahan besar tengah terjadi di Bali. Pulau yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata dunia kini menghadapi tantangan serius yakni jumlah penduduk lanjut usia terus meningkat. Sebaliknya, angka generasi muda di Bali justru menurun.

Badan Pusat Statistik (BPS) meminta pemerintah daerah segera bersiap menghadapi fase ageing population yang kini mulai terlihat nyata.

“Penduduk Bali sudah memasuki penduduk usia tua dan tentu perlu diperhatikan oleh pemerintah terkait dengan fasilitas-fasilitas yang diperlukan,” kata Agus Gede Hendrayana Hermawan, dalam keterangannya, Rabu, (6/5/2026)

Data dari Survei Penduduk Antarsensus 2025 (Supas 2025) menunjukkan tren yang tak bisa diabaikan. Proporsi penduduk usia tua meningkat dari 8,42 persen menjadi 9,89 persen.

Di sisi lain, jumlah penduduk usia muda dan produktif justru mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir.

Kondisi ini mendorong naiknya rasio ketergantungan, yang berarti beban ekonomi terhadap kelompok usia produktif semakin besar.

- Advertisement -

Lansia Tembus 15 Persen

Bahkan, persentase lansia di Bali kini telah melampaui ambang fase penuaan penduduk. “Pada penduduk lansia, yang mana terjadi peningkatan persentase penduduk lansia dari 12,88 persen hasil Sensus Penduduk (SP) 2020 menjadi 15,07 persen saat Supas 2025,” jelas Hermawan.

Angka ini menegaskan bahwa Bali tak lagi menuju, tetapi sudah berada dalam fase penuaan populasi.

Meski terlihat mengkhawatirkan, peningkatan usia harapan hidup sebenarnya bisa menjadi indikator keberhasilan pembangunan kesehatan.

Dia menekankan kalau ageing population mau diartikan positif artinya derajat kesehatannya mesti makin bagus.

“Karena orang semakin bisa bertahan hidup, cuma yang perlu diantisipasi apakah kita sudah menyediakan berbagai macam fasilitas bagi mereka kan fasilitasnya pasti berbeda,” ujar Hermawan.

Artinya, tantangan utama kini bukan hanya jumlah, tetapi kesiapan fasilitas dan layanan yang ramah lansia.

Fenomena penuaan ini tidak terjadi di satu wilayah saja, melainkan merata di seluruh kabupaten/kota di Bali.

Dia bilang Tabanan saat ini punya persentase penduduk tuanya terbesar 20,11 persen. Selanjutnya, Klungkung 16,68 persen, Gianyar 16,17 persen, Bangli 15,86 persen, dan Jembrana 15,46 persen.

“Dan, angka yang masih di bawah rata-rata provinsi itu, Karangasem 14,42 persen, Buleleng 14,20 persen, Badung 13,91 persen, dan Denpasar 12,57 persen,” kata Agus Gede.

Tren ini diperparah dengan menurunnya angka kelahiran. Total fertility rate (TFR) di Bali turun dari 2,04 pada 2020 menjadi 2,02 pada 2025.

Jika pada periode 2010–2020 pertumbuhan mencapai 1,01 persen per tahun, maka pada 2020–2025 hanya 0,69 persen—dan diperkirakan akan terus menurun hingga 2035.

Melihat tren ini, BPS menilai langkah pemerintah daerah yang mendorong angka kelahiran, termasuk insentif bagi anak ketiga dan keempat, menjadi relevan.

Tanpa intervensi, Bali berpotensi menghadapi tantangan ganda yakni kekurangan tenaga produktif dan meningkatnya beban sosial akibat populasi lansia.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU