HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki konflik dengan Paus Leo XIV, meski pernyataan keduanya soal Iran memicu perhatian publik. Hal itu disampaikan Trump kepada wartawan pada Kamis (17/4) waktu setempat.
Trump membantah adanya perseteruan, namun dalam kesempatan yang sama ia justru melontarkan klaim yang menuai kontroversi.
“Saya tidak punya masalah dengan Paus. Saya tidak sedang bertengkar dengannya,” kata Trump, dikutip Holopis.com, Jum’at (17/4).
“Paus membuat pernyataan bahwa Iran boleh memiliki senjata nuklir. Dan saya mengatakan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut tidak sesuai dengan fakta. Paus Leo tidak pernah menyatakan bahwa Iran seharusnya memiliki senjata nuklir. Sebaliknya, ia dikenal konsisten menentang penggunaan senjata nuklir dan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur damai.
Dalam beberapa pekan terakhir, Paus Leo menjadi salah satu tokoh yang vokal mengkritik konflik Iran. Ia terus menyerukan dialog sebagai jalan utama untuk meredakan ketegangan yang kini telah memasuki minggu ketujuh.
Saat berbicara di Katedral St. Joseph, Bamenda, Kamerun, Paus Leo juga menyoroti bahaya penggunaan agama untuk membenarkan tindakan militer.
“Para penguasa perang berpura-pura tidak tahu bahwa hanya butuh sesaat untuk menghancurkan, tetapi sering kali seumur hidup tidak cukup untuk membangun kembali,” ujarnya.
“Berbahagialah para pembawa damai, tetapi celakalah mereka yang memanipulasi agama dan nama Tuhan untuk kepentingan militer, ekonomi, dan politik, serta menyeret hal yang suci ke dalam kegelapan dan kehinaan,” lanjutnya.
Meski tidak secara langsung menyebut Trump maupun isu nuklir Iran dalam pidato tersebut, pernyataan Paus Leo dinilai sebagai kritik terhadap situasi konflik global yang semakin memanas. Ia juga menambahkan bahwa dunia saat ini menghadapi tantangan besar akibat kepemimpinan yang agresif.

“Dunia sedang dirusak oleh segelintir tiran, namun tetap bertahan karena banyak orang yang saling mendukung,” tuturnya.
Di tengah polemik tersebut, Trump kembali menuai perhatian setelah mengunggah gambar berbasis kecerdasan buatan yang memperlihatkan dirinya dipeluk figur Yesus. Unggahan itu dibagikan di Truth Social dan disebut sebagai tangkapan layar dari platform X.
“Kaum kiri radikal mungkin tidak menyukai ini, tetapi menurut saya ini sangat bagus,” tulis Trump.
Sebelumnya, Trump juga sempat mendapat kritik dari sebagian pendukungnya setelah membagikan gambar lain yang menampilkan dirinya menyerupai Yesus. Ia kemudian mengklaim bahwa gambar tersebut dimaksudkan sebagai representasi dirinya sebagai dokter, bukan figur religius.


