HOLOPIS.COM, JAKARTA – Suasana di sekitar Istana Merdeka mendadak tegang pada Minggu (22/3/2026) malam. Seorang wanita muda berinisial JSLP (20) berhasil diselamatkan aparat setelah diduga mencoba melakukan aksi berbahaya di depan gerbang pusat pemerintahan tersebut.
Berkat kewaspadaan petugas, potensi tragedi berhasil dicegah sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan.
Insiden ini bermula sekitar pukul 23.35 WIB. Berikut rangkaian kejadian berdasarkan keterangan polisi:
- Petugas Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) melihat gelagat mencurigakan dari korban
- Korban tampak sudah melepas sepatu dan meletakkan tas di dekat lokasi
- Petugas segera melapor ke posko pengamanan
- Personel Brimob dari Resimen Cikes langsung menuju lokasi
- Informasi diteruskan ke Polres Jakarta Pusat dan Polsek Metro Gambir
Saat petugas kepolisian tiba, korban telah diamankan sementara oleh Paspampres. Namun, proses penanganan tidak berjalan mudah karena korban sempat menolak didekati.
Upaya Penyelamatan
Tim medis dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokes) tiba sekitar pukul 00.10 WIB untuk melakukan pendekatan secara medis dan psikologis.
Korban yang diduga mengalami tekanan mental terus berusaha menjauh, sehingga petugas harus melakukan pendekatan persuasif secara hati-hati.
Setelah proses negosiasi yang cukup panjang, korban akhirnya berhasil ditenangkan.
- Pukul 00.56 WIB: korban berhasil diamankan sepenuhnya
- Pukul 01.16 WIB: korban dibawa ke Polres Jakarta Pusat
Kasat PPA/PPO, Rita Oktavia, menyatakan bahwa saat ini korban masih dalam penanganan lebih lanjut.
“Kami akan mendalami latar belakang serta kondisi psikologis yang bersangkutan,” ujarnya.
Pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan tenaga medis untuk memastikan korban mendapatkan perawatan yang tepat, termasuk pendampingan psikologis.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa kesehatan mental perlu mendapat perhatian serius. Dukungan dari lingkungan sekitar sangat dibutuhkan untuk mencegah kejadian serupa.
Catatan: Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan mental, segera cari bantuan profesional seperti psikolog atau layanan kesehatan mental terdekat. Anda tidak sendiri.


