Gaza Dapat Sedikit Napas, Israel Buka Lagi Perbatasan Rafah

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah Israel berencana membuka kembali jalur perbatasan Rafah yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir. Jalur Rafah sempat ditutup sejak awal konflik antara Israel dan Iran.

Namun pembukaan tersebut hanya berlaku untuk pergerakan terbatas warga sipil dan tetap berada di bawah pengawasan keamanan yang ketat.

Menukil dari ulasan Business Standard, otoritas Israel mengonfirmasi penyeberangan Rafah akan kembali dibuka mulai 18 Maret. Keputusan ini diambil setelah beberapa pekan perlintasan itu ditutup akibat meningkatnya eskalasi militer di kawasan.

Perlintasan Rafah merupakan jalur vital bagi warga Gaza untuk keluar masuk wilayah tersebut. Akses jalur itu penting khususnya untuk kebutuhan medis, perjalanan keluarga, serta akses bantuan kemanusiaan.

Pembukaan kembali perlintasan Rafah dikoordinasikan oleh Coordinator of Government Activities in the Territories (COGAT) yang mengelola kebijakan sipil Israel di wilayah Palestina.

Menurut COGAT, jalur perbatasan antara Gaza dan Mesir itu akan dibuka kembali di kedua arah. Namun, hanya untuk pergerakan orang dalam jumlah terbatas.

- Advertisement -

Dari laporan Aljazeera, keterangan COGAT menyampaikan pengoperasian perlintasan tetap mengikuti aturan keamanan yang ketat.

Mereka mengatakan akan mempertahankan “pembatasan keamanan yang diperlukan” untuk lalu lintas orang yang melintas di perbatasan tersebut.

Perlintasan Rafah sebelumnya ditutup pada awal pecahnya perang antara Israel dan Iran. Pada saat itu, otoritas Israel memerintahkan penutupan seluruh jalur masuk menuju Jalur Gaza sebagai langkah pengamanan.

Kebijakan tersebut berdampak besar bagi warga Gaza yang sangat bergantung pada Rafah sebagai satu-satunya jalur keluar menuju Mesir.

Pernah Dibuka Terbatas

Sebelum pengumuman terbaru ini, perlintasan Rafah sempat dibuka secara terbatas pada awal Februari. Pembukaan tersebut hanya diperuntukkan bagi sejumlah kecil pasien dari Gaza yang membutuhkan perawatan medis darurat di luar wilayah tersebut.

Pasien yang menjalani perawatan kemudian diizinkan kembali ke Gaza setelah proses medis selesai.

Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai jumlah warga Palestina yang akan diizinkan melintas setelah pembukaan kembali Rafah pada 18 Maret.

Belum jelas pula apakah jumlahnya akan sama seperti sebelumnya atau bahkan lebih sedikit.

Sementara itu, jalur lain menuju Gaza juga mulai dibuka kembali secara bertahap. Pada 2 Maret, COGAT mengumumkan pembukaan perlintasan Kerem Shalom Crossing untuk memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza.

Langkah tersebut dilaporkan oleh media internasional sebagai bagian dari upaya Israel mengatur kembali akses logistik ke Gaza di tengah konflik yang masih berlangsung.

Meski begitu, pada saat itu Rafah tetap ditutup hingga pengumuman terbaru mengenai rencana pembukaannya pada pertengahan Maret.

Pembukaan kembali Rafah diharapkan bisa memberikan sedikit kelonggaran bagi warga Gaza yang membutuhkan akses keluar wilayah, terutama bagi pasien medis dan mereka yang memiliki kebutuhan mendesak.

Namun, dengan pembatasan yang tetap ketat, perlintasan tersebut kemungkinan hanya akan melayani jumlah orang yang sangat terbatas. Hal itu seiring situasi keamanan di kawasan yang masih belum stabil.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU