HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketegangan militer di Timur Tengah semakin meningkat setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengumumkan penggunaan rudal balistik strategis Sejjil ke Israel. Peluncuran rudal Sejjil itu pertama kali digunakan Iran saat konflik dengan Amerika Serikat (AS)-Israel.
Pernyataan tersebut disampaikan IRGC pada Minggu saat meluncurkan gelombang terbaru serangan rudal ke wilayah Israel. Serangan itu rangkaian dalam operasi militer yang dinamakan ‘True Promise 4’ atau ‘Janji Sejati 4’.
Menurut IRGC, serangan terbaru merupakan bagian dari gelombang ke-54 dalam operasi tersebut. Dalam serangan itu, militer Iran tak hanya menggunakan rudal Sejjil, tetapi juga sejumlah rudal balistik lainnya.
Rudal yang dilaporkan digunakan meliputi Kheibar Shekan, Ghadr, Emad, dan Khorramshahr, yang dikenal sebagai bagian dari senjata rudal jarak jauh Iran.
IRGC menyebut serangan itu diarahkan ke berbagai target strategis Israel.
“Serangan itu secara tepat menargetkan beberapa situs strategis di Israel, termasuk pusat manajemen operasi udara dan pengambilan keputusan, industri militer dan infrastruktur pertahanan, serta konsentrasi pasukan Israel,” demikian keterangan IRGC dikutip dari Bastille Post Global pada Senin, (16/3/2026).
Dalam pernyataannya, IRGC menegaskan operasi tersebut dilakukan terhadap target di pusat wilayah yang dikuasai Israel.
Penggunaan rudal Sejjil jadi sorotan dunia. IRGC merupakan sebagai rudal strategis berbahan bakar padat.
Menurut IRGC, rudal itu baru pertama kali digunakan dalam rangkaian operasi “Janji Sejati 4”.
Rudal Sejjil dikenal sebagai salah satu sistem senjata balistik paling modern yang dimiliki Iran. Rudal ini memiliki dua tahap dengan bahan bakar padat dan dirancang untuk mampu menyerang target dalam jarak sangat jauh di kawasan Timur Tengah.
Selain Sejjil, IRGC juga menyebut penggunaan rudal Khorramshahr, yang disebut memiliki hulu ledak seberat dua ton. Rudal itu merupakan salah satu rudal berat dalam persenjataan militer Iran.
Adapun militer Israel melalui Israel Defense Forces (IDF) mengatakan bahwa mereka mendeteksi peluncuran rudal dari Iran menuju wilayah Israel.
Menurut IDF, sistem pertahanan udara Israel berhasil mencegat sebagian rudal tersebut sebelum mencapai target.
“Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan telah mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran ke Israel, menambahkan bahwa sistem pertahanan udaranya mencegatnya,” demikian keterangan IDF.
Meski begitu, sejumlah sumber Israel menyebutkan bahwa serangan terbaru tersebut tetap menimbulkan sejumlah korban luka.


