HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kota Tel Aviv, Israel dilaporkan hancur porak poranda imbas serangan bertubi-tubi dari Iran. Serangan balasan Iran itu membuat Tel Aviv mengalami kerusakan parah dengan sempat pemadaman listrik.
Gelombang serangan rudal dan drone dari Iran menghantam sejumlah wilayah di Israel. Aksi Iran itu sebagai balasan dari operasi militer yang dilakukan Israel dan AS terhadap target-target di Iran.
Laporan sejumlah media internasional menyebutkan bahwa rudal balistik Iran menghantam beberapa titik di wilayah Israel. Kawasan Tel Aviv pun jadi sasaran empuk rudal-rudal canggih Iran.
Serangan itu memicu kebakaran, kerusakan bangunan, serta kepulan asap yang terlihat di berbagai lokasi. Tim penyelamat dan petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani titik-titik dampak ledakan dan memadamkan kendaraan yang terbakar.
Foto-foto yang dirilis kantor berita internasional menunjukkan petugas darurat Israel berjibaku di lokasi dampak rudal di Tel Aviv. Tampak banyak mobil hancur terbakar dan puing-puing bangunan runtuh berserakan di jalan.
Dari laporan Times of India yang dikutip pada Senin, (9/3/2026), kerusakan besar dilaporkan terjadi di Tel Aviv. Kerusakan itu dipicu rudal Iran yang menghantam salah satu tempat perlindungan bawah tanah paling rahasia di kota itu.
Kabarnya tempat perlindungan itu digunakan oleh para pemimpin Israel selama masa perang lawan Iran.
Sejumlah laporan media juga menyebutkan bahwa sebagian Tel Aviv mengalami gangguan listrik setelah serangan tersebut. Situasi itu membuat Tel Aviv sempat berada dalam kondisi gelap gulita pada malam hari. Adapun sirene peringatan serangan udara terus berbunyi di berbagai titik.
Dengan kerusakan itu, sistem pertahanan Israel yang kerap dibanggakan yakni Iron Dome tak kuasa menahan gempuran rudal Iran.
Serangan balasan Iran merupakan bagian dari rangkaian eskalasi konflik yang terus meningkat di Timur Tengah sejak akhir Februari 2026. Iran disebut meluncurkan beberapa gelombang serangan rudal ke berbagai target di Israel.
Di sisi lain, militer Israel mengatakan sistem pertahanan udara berusaha mencegat sebagian besar rudal yang masuk. Namun, beberapa proyektil tetap berhasil mencapai wilayah perkotaan dan menimbulkan kerusakan pada infrastruktur serta bangunan sipil.


