Megawati Kenang Ayatollah Ali Khamenei, Sebut Sosoknya Cerminkan Semangat Perjuangan Bung Karno

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMPresiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Megawati menilai kepergian Khamenei bukan hanya menjadi kehilangan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi mereka yang memperjuangkan keadilan, kedaulatan bangsa, dan kemanusiaan.

Dalam pernyataan yang disampaikan di Jakarta, Selasa (7/7/2026), Megawati mengaku memiliki kedekatan emosional dengan sosok Ayatollah Ali Khamenei, terutama karena kesamaan semangat perjuangan yang menurutnya sejalan dengan cita-cita Presiden pertama RI, Soekarno.

“Wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei bukan hanya kehilangan besar bagi bangsa Iran, tetapi juga telah mengguncang hati banyak orang yang mencintai keadilan, kedaulatan bangsa dan kemanusiaan di seluruh penjuru dunia,” kata Megawati dalam video yang dilihat Holopis.com, Selasa (7/7/2026).

Menurut Megawati, Khamenei bukan sekadar pemimpin politik maupun tokoh agama, melainkan seorang patriot yang teguh memperjuangkan bangsanya.

“Bagi saya pribadi sosok Ayatollah Ali Khamenei bukanlah sekadar pemimpin politik atau tokoh agama dari bangsa Iran yang dikenal sangat patriotik dan tidak pernah mengenal kata menyerah. Dalam diri beliau saya melihat gema perjuangan yang pernah dirintis oleh ayahanda saya Bung Karno,” ujarnya.

Megawati juga mengungkapkan bahwa Khamenei telah lama mengenal pemikiran Bung Karno. Ia menilai hal itu tercermin dari pandangan Khamenei mengenai perpaduan nilai agama, kebangsaan, dan keadilan sosial dalam membangun negaranya.

- Advertisement -

“Sejak muda Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei telah mengenal dan mengagumi serta membaca pidato dan pemikiran Bung Karno. Tidak mengherankan jika beliau ikut merumuskan jalan bangsa Iran sebagai sebuah sintesis antara agama, kebangsaan dan keadilan sosial yang juga mencita-citakan dunia yang bebas dari belenggu imperialisme dan kolonialisme,” tuturnya.

Megawati kemudian mengenang pertemuannya dengan Khamenei saat melakukan kunjungan resmi ke Teheran pada 2004 ketika masih menjabat sebagai Presiden RI.

“Saya masih mengingat dengan jelas kunjungan resmi saya ke Teheran pada tahun 2004 ketika saya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia kelima. Dalam pertemuan itulah saya berkesempatan bertatap muka langsung dengan beliau. Saat itu saya merasakan pancaran kharisma yang sangat kuat dan keteduhan hati yang sangat dalam. Beliau adalah seorang ulama yang lembut namun teguh memegang prinsip sekaligus seorang negarawan yang peka terhadap derita bangsanya,” katanya.

Ia juga mengaku terkesan ketika Khamenei menilai Pancasila dan semangat Konferensi Asia Afrika sebagai salah satu referensi penting dalam membangun Iran yang merdeka dan bermartabat.

“Saya terkenang bagaimana Ayatollah Ali Khamenei menilai Pancasila dan semangat Bandung sebagai salah satu referensi penting dalam merumuskan visi Iran yang merdeka dan bermartabat. Bagi saya ini bukanlah pujian diplomatik, itu adalah pengakuan bahwa ada jembatan batin yang mendalam antara kedua bangsa,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Megawati juga kembali menegaskan dukungannya terhadap penyelesaian konflik melalui jalur damai.

“Hari ini dalam kenangan indah terhadap beliau, saya ingin menegaskan kembali keberpihakan saya pada penyelesaian konflik melalui jalan damai, dialog yang adil, serta penghormatan terhadap hukum internasional dan kemanusiaan, bukan pada kekerasan dan agresi bersenjata sepihak,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Megawati menyampaikan doa kepada keluarga almarhum, para ulama, pemimpin, dan seluruh rakyat Iran agar diberikan kekuatan menghadapi masa duka.

“Selamat jalan saudaraku Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei, kami melepas kepergianmu dengan doa, rasa hormat, dan persaudaraan yang tak lekang oleh waktu,” pungkasnya.

Sekadar diketahui Sobat Holopis, bahwa Ayatollah Ali Khamenei akan dimakamkan pada 9 Juli 2026 di Kompleks Makam Imam Reza yang terletak di kota kelahirannya, Mashhad.

Pimpinan tertinggi Iran tersebut menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 28 Februari 2026 akibat serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan militer Israel dan Amerika Serikat. Serangan tersebut menargetkan pejabat tinggi Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU