BKSDA Bali Lepas 8 Satwa Hasil Sitaan ke Habitat Asli di Danau Buyan

0 Shares

HOLOPIS.COM, BUYAN – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali bersama Yayasan Pecinta Alam dan Kemanusiaan (PPS) Bali melepasliarkan delapan ekor satwa liar di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Danau Buyan-Danau Tamblingan, Sabtu (28/2/2026).

Kegiatan bertema “Kolaborasi untuk Kelestarian Satwa Bali, Sepenuh Hati Alam Bali” ini menjadi simbol sinergi kuat dalam menjaga ekosistem Pulau Dewata.

Satwa yang dilepaskan merupakan hasil sitaan BKSDA Bali dan penyerahan sukarela dari masyarakat. Rinciannya meliputi satu ekor Elang Brontok (Nisaetus cirrhatus), satu ekor Elang Ular Bido (Spilornis cheela), dua ekor Landak Jawa (Hystrix javanica), dan empat ekor Luwak (Paradoxurus hermaphroditus).

Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menegaskan bahwa pelepasan ini bukanlah sekadar seremoni. Pihaknya berkomitmen melakukan pemantauan intensif dalam beberapa bulan ke depan.

“Konservasi bukan hanya tentang menyelamatkan satwa, tetapi membangun tanggung jawab bersama. Kami akan terus melakukan monitoring pasca-pelepasliaran untuk memastikan mereka mampu beradaptasi dan berkembang di habitat barunya,” ujar Ratna.

Sebelum dilepaskan, seluruh satwa telah melewati fase rehabilitasi di PPS Bali serta pemeriksaan kesehatan ketat untuk memastikan kesiapan fisik dan sifat liarnya. Kawasan TWA Danau Buyan-Danau Tamblingan dipilih karena kondisi vegetasi dan ekosistemnya dinilai sangat ideal bagi karakteristik satwa-satwa tersebut.

- Advertisement -

Dukungan penuh juga datang dari tokoh masyarakat setempat. Kelian Banjar Tamblingan menyatakan bahwa bagi warga lokal, hutan dan danau memiliki nilai spiritual yang tinggi sebagai warisan leluhur.

“Semoga pelepasliaran ini menjadi wujud nyata konsep Tri Hita Karana di Bali, di mana hubungan harmonis antara manusia dan alam harus selalu dijaga,” tuturnya.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari perwakilan Universitas Udayana, tokoh adat Tamblingan, organisasi kemasyarakatan seperti Yayasan Nagaloka, hingga unsur Bhabinkamtibmas.

Kolaborasi multipihak ini diharapkan mampu meningkatkan populasi satwa lokal secara berkelanjutan dan memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Muhammad Ibnu Idris
Dede Suhadi, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU