JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengabaikan ancaman miliarder teknologi Elon Musk untuk membentuk partai politik (parpol) ketiga di negara itu. Kabar itu sempat mencengangkan, pasalnya Elon Musk berusaha untuk membuat gebrakan di antara sistem politik Amerika yang terdiri dari dua partai, yaitu Partai Demokrat dan Partai Republik.
“Saya sedih melihat Elon Musk benar-benar ‘keluar jalur’, pada dasarnya menjadi kacau selama lima pekan terakhir,” tulis Trump, dikutip Holopis.com, Selasa (8/7).
Donald Trump menyebut ide tersebut konyol, serta mengatakan bahwa hal itu hanya akan menyebabkan kebingungan.
Sekedar mengingatkan kembali Sobat Holopis. perseteruan antara kedua miliarder ini dimulai pada awal Juni setelah Musk mengecam One Big Beautiful Bill, sebuah undang-undang (UU) penting Trump tentang paket pajak dan pembelanjaan besar-besaran yang ditandatangani presiden AS itu pada Jumat (4/7), bertepatan dengan Hari Kemerdekaan AS.
Elon Musk mengecam UU itu, mengatakan bahwa UU tersebut dapat menambah triliunan dolar AS (1 dolar AS = Rp16.237) pada utang nasional.
“Hari ini, Partai Amerika dibentuk untuk mengembalikan kebebasan Anda,” kata Musk di media sosial.
Sebagai tanggapan, Trump mengunggah di media sosial bahwa partai ketiga tidak pernah berhasil di Amerika Serikat. Lebih lanjut dia menambahkan, bahwa partai ketiga hanya akan menciptakan gangguan dan kekacauan.
Kemudian, pengumuman Elon Musk ini menyebabkan saham perusahaannya, Tesla, anjlok. Pada Senin (7/7), saham Tesla mengalami kerugian terbesar dalam sehari sejak 5 Juni.


