Perang dengan Israel Hampir Seminggu, Donald Trump Malah Minta Iran Ngalah

0 Shares

JAKARTAIran dan Israel masih terus saling melancarkan rudal kepada satu sama lain, setelah Israel menyerang Iran, dan kemudian terjadi berbagai serangan balasan yang sudah berlangsung selama enam hari. Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Iran agar menyerah dari peperangan tanpa syarat.

Meskipun tidak mengaku bahwa pihak Israel dan AS tidak berniat untuk membunuh pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tetapi Donald Trump tetap menunjukkan ancaman yang agresif kepada Iran.

“Kami tahu persis di mana yang disebut Pemimpin Tertinggi itu bersembunyi. Kami tidak akan membunuhnya, setidaknya untuk saat ini. Kesabaran kami sudah menipis,” kata Donald Trump, dikutip Holopis.com, Rabu (18/6).

“Menyerah tanpa syarat!,” lanjut Trump kepada Iran.

Seorang pejabat dari Gedung Putih mengatakan Donald Trump memang sudah berbicara dengan PM Israel Benjamin Netanyahu, meskipun tidak membeberkan secara detil apa isi pembicaraan dua pejabat itu. Donald Trump juga sempat bertemu dengan Dewan Keamanan Nasionalnya untuk membahas konflik yang sedang terjadi antara Israel dan Iran.

Amerika Serikat juga diketahui memberikan bantuan kepada Israel, dan langsung mengambil tindakan tidak langsung dalam konflik Israel dengan Iran. Tetapi Amerika juga ikut membantu dengan menembak jatuh rudal-rudal Iran yang ditembakkan ke Israel.

- Advertisement -

Dubes Iran Sebut Negaranya Hanya Bela Diri dari Serangan Israel

Sementara itu, Duta Besar Republik Islam Iran, Mohammad Boroujerdi mengatakan bahwa serangan zionis Israel terhadap Iran adalah sebuah agresi ilegal dan sudah melanggar tata tertib internasional. Israel menurutnya telah menyerang kehormatan, tanah air, dan harga diri Iran sebagai sebuah bangsa.

“Pada tanggal 13 Juni dini hari, rezim zionis Israel melancarkan agresi dan serangan yang ilegal. Terhadap wilayah Republik Islam Iran, saya menyebutkannya agresi yang ilegal karena berdasarkan hukum dan tata tertib internasional, agresi tersebut tidak dibenarkan dan tidak memiliki status hukum,” kata Mohammad Boroujerdi di Kediaman Resmi Duta Besar Iran.

Boroujerdi mengatakan bahwa agresi Israel telah menyerang faslitas sipil serta masyarakat yang tidak berdosa, termasuk fasilitas-fasilitas sipil.

Sekedar mengingatkan kembali Sobat Holopis, Israel melancarkan rentetan serangan terhadap Iran dan mengaku hanya menargetkan pertahanan udara. Akibatnya, Iran mengatakan mereka tidak mau melakukan negosiasi gencatan senjata kepada Israel jika mereka dalam keadaan sedang diserang.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU