Didik Mukrianto: Presiden Rawan Bahaya, Ancaman Justru Datang dari Dalam Institusi Negara

Jebol dari Dalam. Abuse of Power yang Membuat Presiden Rawan Bahaya.

2 Shares
Ukuran Teks:
20
Dengarkan:

Didik menyebut terdapat dua lapisan kegagalan yang perlu menjadi perhatian. Pertama, dugaan kegagalan Polri dalam menjaga integritas kewenangan yang diberikan negara. Kedua, belum kuatnya sistem perlindungan komunikasi pejabat tinggi agar tidak mudah disalahgunakan oleh pihak yang memiliki akses resmi.

Ia mengingatkan bahwa penyalahgunaan perangkat negara yang memiliki kemampuan besar dapat mengancam bukan hanya privasi seseorang, melainkan juga kedaulatan informasi dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Atas dasar itu, Didik meminta proses hukum dalam perkara tersebut berjalan tegas dan transparan. Ia juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola sistem penyadapan di seluruh lembaga negara, termasuk penguatan pengawasan, pemisahan kewenangan, serta akuntabilitas penggunaan perangkat penyadapan.

“Presiden seharusnya dilindungi oleh negara, bukan justru disadap oleh bagian dari negara itu sendiri. Kasus ini adalah alarm keras bahwa ancaman paling berbahaya kadang datang dengan seragam yang sama,” pungkasnya.

Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
2 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!

berita serupa

Rubrik Sama