HOLOPIS.COM, Jakarta – Ribuan tentara dari berbagai daerah mulai bergerak ke Jakarta. Mabes TNI akhirnya buka suara, sementara 13 ribu personel masih menunggu perintah.
Kabar pengerahan ribuan prajurit TNI dari sejumlah daerah menuju Jakarta mendadak menjadi sorotan.
Pergerakan pasukan yang dimulai sejak Senin (2/11/2026) itu memunculkan berbagai spekulasi, terlebih terjadi di tengah memanasnya sejumlah isu nasional.
Mabes TNI akhirnya angkat bicara dan mengungkap alasan di balik pengerahan tersebut.
Mabes TNI membenarkan adanya pergerakan personel dari luar Jakarta.
Pengerahan itu disebut sebagai bagian dari langkah pengamanan untuk mengantisipasi perkembangan situasi nasional sekaligus menjaga kesiapsiagaan militer.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, menegaskan bahwa mobilisasi pasukan tersebut bukan sesuatu yang luar biasa dalam lingkungan militer.
Menurutnya, pengerahan personel merupakan kegiatan rutin yang dilakukan untuk memastikan kesiapan prajurit dalam menghadapi berbagai kemungkinan.
“Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan oleh TNI untuk kesiapsiagaan,” ungkap Nas.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi respons atas ramainya informasi mengenai kedatangan pasukan dari sejumlah daerah ke Ibu Kota.
Nas juga meminta masyarakat tidak menghubungkan pengerahan personel tersebut dengan berbagai isu yang sedang berkembang.
Dia secara khusus membantah bahwa pergerakan pasukan berkaitan dengan rencana pengamanan demonstrasi pada 10 November maupun pengungkapan kasus dugaan tindak pidana penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
“Tidak ada hal apa pun yang perlu dikhawatirkan,” tegasnya.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan masukan!