UNILA Hadirkan Kepala BNPT dan Pendiri NII Crisis Center di Kuliah Umum Kebangsaan

Rektor UNILA Prof Lusmeilia Afriani menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran vital sebagai benteng moral.

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, BANDAR LAMPUNG – Universitas Lampung (Unila) akan menggelar Kuliah Umum Kebangsaan bertajuk “Sinergi Pencegahan Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme di Lingkungan Perguruan Tinggi” pada Selasa (27/10/2026).

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Unila itu akan menghadirkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI Komjen Pol. Prof. Dr. H. Eddy Hartono, S.I.K., M.H., serta Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan.

Kuliah umum tersebut menjadi bagian dari upaya Unila memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus mencegah penyebaran intoleransi, radikalisme, dan terorisme di lingkungan perguruan tinggi.

Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M., ASEAN Eng., mengatakan kampus memiliki peran penting dalam membangun daya tangkal mahasiswa terhadap narasi yang mengarah pada perpecahan dan ideologi kekerasan.

“Perguruan tinggi memiliki peran vital sebagai benteng moral. Melalui kuliah umum ini, kami ingin memastikan mahasiswa Unila tidak mudah terpapar narasi yang memecah belah maupun paham radikal yang kini kian masif menyusup melalui ruang digital dan media sosial,” ujar Lusmeilia, Minggu (25/10/2026).

Menurut Lusmeilia, kebebasan akademik untuk berpikir dan bertukar gagasan perlu berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga persatuan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam kegiatan tersebut, Kepala BNPT Eddy Hartono dijadwalkan membahas peta kerawanan, perkembangan modus operandi, serta strategi penanganan terorisme di Indonesia. Materi itu diharapkan dapat memperluas pemahaman dosen dan mahasiswa mengenai upaya pencegahan serta deteksi dini di lingkungan kampus.

Sementara itu, Ken Setiawan akan menyampaikan testimoni berdasarkan pengalamannya terkait pola pendekatan, bujuk rayu, dan strategi perekrutan kelompok radikal yang dinilai rentan menyasar kalangan muda.

Unila menargetkan kuliah umum ini diikuti ribuan mahasiswa, jajaran dekanat, serta pimpinan universitas.

Melalui kegiatan tersebut, Unila berharap lingkungan perguruan tinggi tetap menjadi ruang pengembangan ilmu pengetahuan yang terbuka, sekaligus memperkuat karakter kebangsaan dan kesadaran mahasiswa terhadap ancaman kekerasan berbasis ideologi.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU