Survei IPO : Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi Jeblok

Responden IPO memandang bahwa aspek penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Indonesia sangat buruk. Total persepsi negatif mencapai 59%.

4 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Direktur eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyampaikan bahwa dari 1.200 responden diminta pendapatnya menyatakan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Indonesia buruk.

“48% responden menilai kondisinya buruk dan 11% menilai sangat buruk, sehingga total persepsi negatif mencapai 59%,” kata Dedi dalam rilis surveinya melalui Zoom Meeting, Sabtu (24/10/2026).

Sementara itu, 36% responden menilai kondisinya baik, dan 5% menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab (TT/TJ).

Dedi menjelaskan bahwa dominannya penilaian buruk atas penegakan hukum dan pemberantasan korupsi secara umum ini dapat dibaca, bahwa situasi saat ini mengindikasikan adanya persoalan kepercayaan publik yang perlu mendapat perhatian serius dari para pemangku kebijakan, khususnya Presiden.

“Meskipun survei ini belum menjelaskan faktor-faktor yang melatarbelakangi penilaian tersebut. Temuan ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memperkuat konsistensi penerapan hukum, transparansi proses peradilan, independensi lembaga penegak hukum, serta efektivitas pemberantasan korupsi tanpa pandang
bulu,” tuturnya.

Hal ini linier dengan data lanjutan yang ditemukan dalam survei tersebut. Ketika surveyor bertanya kepada respinden, apajah bapak/Ibu merasa puas atau tidak puas dengan kinerja Menteri/Pejabat Tinggi Penegakan Hukum dan Pemberantasan Korupsi, nama Ketua KPK Setyo Budiyanto mendapatkan skor tertinggi.

Setyo Budiyanto memperoleh tingkat kepuasan tertinggi sebesar 5,3%, diikuti Menteri Hukum Supratman Andi Agtas sebesar 4,9%. Dan Menko Kumham & Imipas Yusril Ihza Mahendra sebesar 4,2%.

Disusul Menteri HAM (Hak Asasi Manusia) Natalius Pigai dengan 1,6 persen. Kemudian Wamenko Kumham Imipas Otto Hasibuan dan Menteri Imipas Agus Adrianto yang masing-masing di 1,0 persen. Dan yang terakhir ada nama Wamen Hukum Edward Omar Sharif Hiariej yang dapat 0,9 persen.

Jika merujuk data itu, memang Ketua KPK Setyo mendapat nilai tinggi. Namun sayangnya valuasinya pun masih terbilang sangat kecil.

“Ketua KPK Setyo Budiyanto yang tertinggi aja cuma 5,3 persen,” jelasnya.

Sekadar diketahui, bahwa survei IPO ini dilakukan dalam rentang waktu 12 – 21 Oktober 2026 dengan menggunakan metode multi stage random sampling yang melibatkan 1.200 responden. Margin of Error (MoE) adalah ±2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
4 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU