Bagi Yura, keberhasilan mencapai puncak bukan sekadar pencapaian dalam aktivitas mendaki gunung. Pengalaman tersebut menjadi momen ketika ia berhasil melewati keraguan dalam dirinya sendiri.
Ia mengaku merasakan perubahan setelah melihat pemandangan dari puncak. Tubuh yang sebelumnya terasa hampir menyerah seolah mendapatkan tenaga tambahan setelah menyaksikan keindahan alam.
“Puncak gunung kali ini untuk aku tuh momen pas aku berhasil melewati keraguan yang selama ini tinggal di dalam diri sendiri,” ungkap Yura.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi pengingat ketika suatu hari nanti kembali menghadapi situasi sulit dalam kehidupan. Baginya, perjalanan menuju puncak Rinjani mengajarkan bahwa seseorang tidak harus selalu merasa kuat untuk terus melangkah.
“Bahwa pernah ada satu pagi, di sebuah gunung yang tinggi, ketika aku hampir menyerah… tetapi akhirnya sampai juga. Satu langkah demi satu langkah. Pelan-pelan, ternyata bisa juga,” tulisnya.
Mengenal Letter E, Jalur Menantang Menuju Puncak Rinjani

Letter E merupakan sebutan bagi jalur menuju puncak Gunung Rinjani yang memiliki lintasan pasir sempit menyerupai huruf E. Jalur ini menjadi salah satu bagian tersulit dalam pendakian karena kemiringannya dapat mencapai 80 derajat.
Pasir yang mudah bergeser, hembusan angin kencang, serta jurang di sisi kanan dan kiri jalur membuat pendaki harus ekstra hati-hati. Kondisi tersebut juga menyebabkan pijakan tidak stabil sehingga langkah yang sudah ditempuh terkadang kembali merosot. Pendaki bahkan dapat membutuhkan waktu lima hingga enam jam untuk melewati Letter E sebelum mencapai puncak.
Medan yang menantang membuat perjalanan terasa panjang meski puncak terlihat dekat. Pengalaman ini turut dirasakan Yura Yunita yang sempat ingin menyerah karena kelelahan. Namun, ia akhirnya berhasil mencapai puncak Rinjani setelah melewati tantangan tersebut.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...