Yura Yunita Hampir Menyerah saat Mendaki Rinjani, Letter E Jadi Tantangan Terberat

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Penyanyi Yura Yunita membagikan pengalaman mendaki Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat yang disebutnya sebagai pendakian paling ekstrem selama ia mendaki gunung. Dalam perjalanan menuju puncak setinggi 3.726 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut, Yura mengaku sempat ingin menyerah ketika menghadapi jalur Letter E yang menguras tenaga.

Melalui unggahan di media sosial, Yura menceritakan bahwa pendakian tersebut menjadi pengalaman yang menguji ketahanan fisik sekaligus mentalnya. Gunung Rinjani merupakan gunung keempat yang didakinya. Ia juga mengaku telah mempersiapkan kondisi fisik dengan berlatih di pusat kebugaran, terutama latihan kaki atau leg day.

“Persiapan fisik manteb di gym, terutama leg day yang pedasss, ternyata ngebantu banget selama pendakian,” tulis Yura, dikutip Holopis.com, Kamis (15/10).

Meski telah melakukan persiapan fisik, Yura tetap menghadapi kesulitan saat melewati Letter E. Setelah mendaki selama berjam-jam, ia merasa puncak sudah terlihat dekat, tetapi perjalanan menuju titik tertinggi Rinjani ternyata masih menyimpan tantangan.

Yura mengungkapkan bahwa medan berpasir membuat langkahnya terasa berat. Ketika berusaha bergerak naik, pijakannya terkadang kembali merosot sehingga ia harus mengeluarkan tenaga lebih besar untuk melanjutkan perjalanan.

“Bayangin, udah berjam-jam pendakian. Puncak tuh rasanya udah di depan mata, tapi kok kayak nggak sampai-sampai juga? Pasirnya liciiiiiiin, satu langkah naik, kadang berasa turun lagi,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat napas Yura semakin berat dan kakinya semakin lelah. Ia bahkan sempat mempertimbangkan untuk menghentikan pendakian dan kembali turun.

“Di situ jadi itulah titik ter-ekstremnya buat aku. Sempat terlintas, ‘Apa nyerah aja, ya? Turun aja kali, ya?’” tulisnya.

Namun, Yura memilih bertahan dengan memusatkan perhatian pada langkah kecil yang bisa dilakukannya. Ia tidak ingin terus memikirkan jarak yang masih harus ditempuh, melainkan berusaha melanjutkan perjalanan secara bertahap.

“Di situ aku belajar, kadang aku bertahan bukan karena merasa masih kuat, tapi karena memilih fokus satu langkah kecil lagi. Enggak mikirin berapa jauh sisanya. Cukup satu langkah dulu. Lalu satu langkah lagi,” jelas Yura.

Yura juga membagikan kronologi pendakiannya menuju puncak Rinjani. Ia mulai mendaki pada pukul 09.00 dan tiba di area camp Plawangan pada pukul 15.00. Setelah beristirahat, ia bangun pada pukul 01.00 dini hari untuk mempersiapkan perjalanan menuju puncak.

Perjuangannya berbuah hasil setelah Yura berhasil mencapai puncak Rinjani pada pukul 08.00. Setibanya di sana, ia mengaku terpesona oleh keindahan alam dan pemandangan matahari terbit yang disaksikannya dari ketinggian.

“YA ALLAH INDAH BANGET! Aneh deh, ngeliat keindahan alam kok tiba-tiba, capeknya ngga kerasa,” tulisnya.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Vhina Noviyanti
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Muhammad Ibnu Idris
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU