Polda Sulsel memastikan akan menindak pihak yang terbukti melakukan pelanggaran, termasuk apabila ditemukan praktik penyalahgunaan atau penimbunan BBM dan LPG yang merugikan masyarakat.
“Tentu kami tidak akan tinggal diam. Dari Ditreskrimsus Polda Sulsel tetap melaksanakan penyelidikan. Apakah ada mafia, atau tidak ada mafia nanti kita sampaikan kembali,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Didik Supranoto dalam situs resmi, dikutip Holopis.com, Senin (7/9/2026).
Pertamina Terapkan Ganjil-Genap di Makassar
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga bersama Pemprov Sulsel menerapkan sistem ganjil-genap untuk pengisian BBM di sejumlah SPBU di Kota Makassar.
Pengaturan tersebut dilakukan untuk mengurai antrean kendaraan dan mendukung kelancaran pelayanan BBM kepada masyarakat.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan, antrean kendaraan di sejumlah SPBU Makassar mulai berkurang secara bertahap.
“Antrean di sejumlah SPBU di Makassar saat ini secara bertahap mulai melandai,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (14/9/2026).
Pertamina Patra Niaga juga memperkuat distribusi BBM dengan mengoperasikan mobil tangki selama 24 jam. Sebanyak 25 SPBU di Makassar turut beroperasi sepanjang hari untuk memberikan lebih banyak waktu pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, Pertamina menambah alat penyalur atau nozzle BBM subsidi dan operator di sejumlah SPBU. Tiga unit SPBU Modular juga dioperasikan sebagai titik tambahan distribusi BBM di Makassar.
“Berbagai langkah ini kami lakukan untuk memastikan pasokan dan pelayanan terus berjalan secara optimal. Kami juga terus memantau kondisi di lapangan dan melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan, sehingga masyarakat dapat memperoleh BBM dengan lebih lancar,” tambahnya.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...