BBM Langka di Sulsel, Sekolah hingga Kampus Diminta Belajar Daring

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menetapkan pembelajaran secara daring bagi peserta didik tingkat PAUD, SD, dan SMP pada 12-19 September 2026.

Kebijakan tersebut diambil sebagai respons terhadap kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan gas elpiji 3 kilogram (LPG 3 kg) di sejumlah wilayah.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, pembelajaran daring diberlakukan sementara dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat.

“Kita mengambil langkah pembelajaran daring selama satu minggu. Pembelajaran tetap berlangsung hanya tidak tatap muka langsung. Ini sifatnya sementara, karena kita melihat kondisi di lapangan dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat,” kata Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman melalui website resmi Pemrov Sumsel, dikutip Holopis.com, Senin (14/9/2026).

Selain sekolah, Pemprov Sulsel juga mengeluarkan surat imbauan kepada perguruan tinggi negeri maupun swasta agar melaksanakan perkuliahan secara daring selama pekan ini.

Dalam surat imbauan resmi nomor 338/12513/DISDIK, perkuliahan secara daring berlangsung mulai Senin (14/9/2026) hingga Jumat (18/9/2026).

Namun, imbauan tersebut tidak bersifat mengikat bagi perguruan tinggi. Pemprov Sulsel menyebut kebijakan itu sebagai upaya untuk mengurangi mobilitas kendaraan sekaligus menjaga keselamatan dan kenyamanan mahasiswa serta tenaga pendidik.

“Langkah ini merupakan bentuk dukungan dan kolaborasi, bukan instruksi yang mengikat. Penyelenggaraan pendidikan tinggi berada di bawah kewenangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta LLDIKTI Wilayah IX,” ujarnya.

Pemprov Kejar Pemulihan Pasokan BBM

Di tengah penerapan pembelajaran daring, Pemprov Sulsel bersama Satuan Tugas BBM-LPG, Kepolisian Daerah (Polda), TNI, dan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus berkoordinasi untuk memulihkan pasokan BBM di berbagai wilayah Sulsel.

Andi meminta masyarakat tetap bersabar sembari pemerintah bersama Pertamina melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi persoalan distribusi BBM.

“Kita mohon masyarakat tetap bersabar. Pemerintah provinsi dan kabupaten kota terus bekerja dan melakukan koordinasi dengan Pertamina. Kita berharap Pertamina dapat melakukan langkah-langkah cepat termasuk distribusi BBM untuk amankan stok, menambah kuota BBM untuk Sulsel, sidak operasional nozzle SPBU dan pengetatan lainnya. Kita siap backup bersama TNI Polri dan Satpol serta dishub kabupaten/kota,” jelasnya.

Kelangkaan BBM tersebut sebelumnya ramai dikeluhkan masyarakat melalui media sosial. Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah SPBU, terutama di Kota Makassar.

Mengutip media lokal Makassar Info, antrean BBM telah terjadi sejak Sabtu (12/9/2026) di sejumlah titik SPBU. Salah satunya di SPBU Ratulangi, Makassar, yang dilaporkan telah dipadati antrean kendaraan sejak pukul 04.33 WITA.

Polisi Selidiki Dugaan Penimbunan

Di sisi lain, Polda Sulawesi Selatan turut menyoroti dugaan berkurangnya ketersediaan BBM dan LPG di tengah masyarakat.

Kepolisian melakukan penyelidikan untuk mendalami kemungkinan adanya praktik penyalahgunaan maupun penimbunan yang dapat memperburuk kondisi pasokan.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU