HOLOPIS.COM, MAKASSAR – Raja Permata, kuda pacu langganan juara yang pernah ditawar hingga Rp300 juta, diduga ikut menjadi korban dalam kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 bersama puluhan kuda lainnya.
Tragedi kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 tak hanya menyisakan kepanikan para penumpang.
Insiden yang terjadi di perairan utara Sumenep, Madura, itu juga diduga menghanguskan harapan para pemilik kuda pacu yang mengangkut hewan-hewan andalannya menuju Makassar.
Sorotan kini tertuju pada Raja Permata, kuda pacu langganan juara asal Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Kuda yang pernah ditawar hingga Rp300 juta itu diduga ikut berada di dalam kapal saat api melalap KM Mutiara Sentosa 2.
Kabar tersebut membuat para pecinta pacuan kuda ikut terpukul.
Pasalnya, Raja Permata bukan kuda biasa. Hewan ini dikenal sebagai salah satu kuda pacu berprestasi yang kerap naik podium di berbagai kejuaraan bergengsi.
Kepala Desa Kayu Loe Timur, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, H Lelong Azis, mengungkapkan Raja Permata sedang dalam perjalanan pulang dari Pulau Jawa setelah mengikuti Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda di Pangandaran.
Sayangnya, perjalanan pulang itu berubah menjadi mimpi buruk ketika kapal yang mengangkutnya terbakar di tengah laut.
“Raja Permata baru saya pulangkan karena kemarin di Pangandaran cedera sehingga tidak bisa meraih juara,” kata Azis.
Bukan hanya Raja Permata, Azis juga mengaku kehilangan enam ekor kuda lainnya yang baru dibelinya dari Pulau Jawa.
Nilai keenam kuda tersebut mencapai lebih dari Rp100 juta.
Menurut informasi yang diterimanya, ada sekitar 40 ekor kuda berada di atas KM Mutiara Sentosa 2 saat kebakaran terjadi.


