Pilihan tersebut juga dapat menentukan peta kekuatan politik setelahnya, termasuk menghadapi Pemilu 2034.
Jika Prabowo memilih kader Gerindra, menurut Hensat, popularitas pemerintahan dapat sekaligus memperkuat posisi partai.
Sebaliknya, jika memilih tokoh dari partai lain, keuntungan politik juga berpotensi mengalir kepada partai asal tokoh tersebut.
Karena itu, dua opsi yang dinilai relatif aman adalah memilih kader Gerindra atau tokoh nonpartai yang dianggap memiliki loyalitas kepada Prabowo.
“Intinya, saya yakin kalau Pak Prabowo tidak akan membiarkan dirinya membesarkan partai lain selain Gerindra, karena jika memilih dari partai lain sama saja dia membesarkan partai orang lain yang nanti jika terpilih dan sedang menjabat sudah bisa jadi oposisi sebelum periode pemerintahan selesai,” ujar Hensat.
Dengan munculnya sejumlah nama tersebut, bursa cawapres Prabowo 2029 pun mulai menarik perhatian.
Listyo Sigit, Teddy Indra Wijaya, Amran Sulaiman hingga sejumlah kader Gerindra kini disebut-sebut sebagai figur yang berpotensi diperhitungkan.
Namun, siapa yang akhirnya benar-benar dipilih sebagai pendamping Prabowo masih menjadi bagian dari dinamika politik menuju Pilpres 2029.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...